Tina Nur Alam Tolak Investor China di Proyek Pelosika

KENDARI, Rubriksultra.com – Rencana investasi China dalam penggarapan Proyek Bendungan Pelosika kembali mendapat penolakan dari anggota DPR RI Dapil Sultra, Tina Nur Alam. Politisi PAN ini ikut menolak keras campur tangan investor China dalam proyek Pelosika di Sultra.

Sikap anti Tina Nur Alam ini bukan tanpa sebab. Ia khawatir berlanjutnya rencana investasi China di Pelosika kembali memperparah serbuan tenaga kerja asing di Sultra.

- Advertisement -

“Investor luar misalnya China yang melanjutkan proyek Bendungan Pelosika, pasti mereka akan membawa tenaga kerja dari sana. Maka tentu ini akan kita tolak karena selama ini persoalan tenaga kerja asing menjadi perhatian kita,”ujar Tina Nur Alam mengetahui kabar peluang invetasi China di Proyek Pelosika.

Komisi VI DPR RI yang kini dibidangi Tina Nur Alam sendiri tengah serius membahas bahas polemik TKA di Indonesia. Kehadiran investor China dipastikan membawa dampak negatif bagi nasib pekerja lokal sebagaimana terjadi di daerah yang menjadi sasaran investasi negara komunis tersebut.

Ironis, ditengah upaya menekan angka pengangguran di Indonesia yang kian meningkat pemerintah pusat justru membuka ruang lebar masuknya pekerja asing. Inilah mengapa Tina Nur Alam satu suara dengan Anggota DPR RI Dapil Sultra, Ridwan Bae menolak kehadiran investor negeri tirai bambu tersebut di Indonesia.

“Masuknya TKA di Indonesia khususnya di Sultra secara otomatis berdampak negatif bagi tenaga kerja lokal, apalagi pengangguran di Indonesia masih menjadi persoalan yang cukup besar,” lanjut Tina.

Selain mempersempit ruang kerja tenaga lokal, cetus Tina Nur Alam, invasi investor China di Indonesia memancing persoalan baru. Sebagaimana hasil pemantauan Komisi IV DPR RI, dampak negatif tersebut antara lain memicu peningkatan angka kriminalitas dan masuknya barang ilegal.

Baca Juga :  Panwaslu Wakatobi Bina PTPS dan PPL

Kehadiran invetasi asing sejatinya bisa berdampak positif bagi masyarakat jika saja pemerintah mau merevisi standar kerjasama antar negara. Semisal memastikan peluang rekrutmen tenaga kerja lokal.

Tina Nur Alam yakin SDM lokal di Indonesia tak kalah saing dengan pekerja luar. Asalkan pemerintah berkomitmen memberi ruang dan membuka akses memadai bagi peningkatan kompetensi pekerja lokal.

“Yang bagus itu, investor asing datang ke Indonesia lalu merekrut pekerja lokal, sehingga kehadiran mereka menjadi keuntungan juga bagi kita karena membuka lapangan pekerjaan. Kompetensi-kompetensi pekerja lokal masih bisa kok bersaing dengan asing. Tinggal pemerintah lagi punya tugas untuk meningkatkan kualitas kompetensi pekerja lokal,”urai Tina Nur Alam panjang lebar.

Sebagai informasi, pemerintah pusat baru-baru ini mengabarkan keberlanjutan proyek Pelosika di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Setelah dicoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), pemerintah Jokowi memastikan proyek tersebut tetap berlanjut dengan catatan Negara China menjadi investor tunggal proyek triliunan tersebut.

Informasi ini diungkap Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Kepala Bendungan Ditjen Sumberdaya Air, Ni Made Sumiarsih saat kunjungan spesifik Komisi IV DPR RI di Sultra pada 7 Juni 2018. Anggota DPR RI dapil Sultra, Ridwan Bae yang turut hadir dalam agenda kunjungan itu tegas menyatakan menolak kebijakan investor China di Proyek Bendungan Pelosika Sultra. (adm)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Inilahsultra

Facebook Comments