Sekda Baubau : Lurah tak Boleh Pilih Kasih

Dr Roni Muhtar

BAUBAU, Rubriksultra.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Dr Roni Muhtar memberi peringatan keras kepada para lurah dalam mengemban tugas kemasyarakatan. Menjadi lurah harus profesional tanpa membeda-bedakan masyarakatnya atau pilih kasih.

Jenderal ASN Kota Baubau ini bahkan dengan tegas menyatakan jika seorang lurah tak mengetahui berapa bantuan yang didapat masyarakatnya maka sebenarnya lurah tersebut tak layak menjadi seorang lurah. Sebab dengan begitu, Ia tak perduli dengan kondisi wilayahnya.

- Advertisement -

“Lurah itu harus terus melakukan monitoring dan evaluasi. Jangan lepas tangan, apapun yang terjadi diwilayahnya harus diketahui karena itu tugas dan tanggung jawab seorang lurah,” kata Roni Muhtar saat membuka sosialisasi air limbah setempat yang layak bagi masyarakat oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Baubau di kantor Wali Kota Baubau, Selasa 11 Desember 2018.

Roni Muhtar juga mewanti agar lurah dalam menyalurkan program bantuan kepada masyarakat memperhatikan faktor kelayakan. Hal itu penting agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Dalam penyusunan program bantuan jangan ada lagi itu yang namanya ini keluarga saya, ini bukan. Jangan ada lagi lebih berat ke keluarga. Lurah berfungsi memberikan layanan tanpa pilih kasih. Tanpa ada istilah anak kandung dan anak tiri, harus sama semua,” katanya.

Bekerja tanpa pilih kasih, kata dia, memiliki berbagai macam manfaat. Bekerja seperti itu akan menciptakan suasana adem, aman dan tidak ada gejolak maupun mosi tak percaya dari masyarakat.

“Ini penting saya sampaikan untuk menjadi perhatian kita semua. Harapan kita semua setelah program ini disosialisasikan, masyarakat bisa mengerti bagaimana cara mengelola air limbah yang layak untuk meningkatkan taraf hidupnya,” katanya.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Baubau, Yulia Widiarti mengaku terdapat 400 bantuan program pengelolaan air limbah atau septik tank kepada masyarakat 2018 ini. Namun, sosialisasi ini bukan hanya diperuntukan untuk penerima manfaat itu melainkan untuk masyarakat luas.

Baca Juga :  Blangko e-KTP Habis, Pemkot Baubau Pinjam di Pemkab Busel

Ini penting agar masyarakat memiliki pemahaman seperti apa septik tank yang layak itu. Sebab septik tank yang selama ini dianggap baik belum tentu bagus.

“Banyak anggapan semakin lama septik digunakan maka semakin bagus, misalkan tidak penuh-penuh setelah 20 tahun. Padahal anggapan itu salah, bisa jadi sudah ada kebocoran sehingga dalam segi kesehatan itu sudah terjadi pencemaran khususnya untuk air tanah kita seperti sumur atau sumur bor,” katanya.

Melalui sosialisasi inilah maka masyarakat yang belum memiliki septik atau hendak membangun diberi pemahaman bagaimana pengelolaan septik yang layak. Tujuannya untuk meminimalisir pencemaran lingkungan. (adm)

Peliput: : Sukri
Editor : La Ode Aswarlin

Facebook Comments