Positif Corona, Empat Penumpang KM Lambelu dari Nunukan tak Singgah di Baubau

12333
Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau saat menggelar konferensi pers terkait informasi empat penumpang positif Corona dari Nunukan di kantor BPBD Baubau, Sabtu 4 April 2020 malam. (FOTO SUKRI)

BAUBAU, Rubriksultra.com- Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kota Baubau langsung melakukan kroscek data mengenai informasi yang beredar di media sosial terkait empat penumpang KM Lambelu yang dinyatakan positif Corona (Covid-19).

Informasi yang beredar, empat penumpang dari Nunukan yang dinyatakan positif Corona oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan ini akan tiba di pelabuhan Baubau, Senin 6 April 2020 besok.

Dari hasil pengecekan, ternyata perjalanan empat penumpang tersebut tak bersinggungan dengan pelabuhan Murhum, Kota Baubau.

“Tentang adanya empat orang pemumpang KM Lambelu setelah diperiksa melalui rapid test dan swab tenggorokan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Nunukan, dinyatakan positif Covid. Perjalanan empat orang ini tak menyinggahi pelabuhan Baubau,” kata Sekda Baubau selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau, Dr Roni Muhtar dalam konferensi pers di kantor BPBD Baubau, Sabtu 4 April 2020 malam.

Dr Roni Muhtar menjelaskan, empat penumpang tersebut tiba di Nunukan pada tanggal 28 Maret 2020. Jadi pada dasarnya, kata dia, empat orang warga Nunukan ini dalam perjalanan ke daerah asalnya tidak singgah di Baubau.

“Saya ulangi lagi, tidak menyinggahi pelabuhan Murhum Kota Baubau. Mereka tiba di Nunukan tanggal 28 Maret 2020 dan dilakukan rapid test disana. Sehingga proses inkubasi Covid itu tidak bersinggungan dengan apa yang ada di Baubau,” katanya.

“Ini mohon dipahami masyarakat atas informasi yang hari ini beredar,” sambungnya.

Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Capt Ahmad Sadikin menambahkan, KM Lambelu berangkat dari Makassar pada 25 Maret 2020. Rute perjalanannya dari Makassar-Pare-pare-Pantoloan(Donggala)-Tarakan-Nunukan.

“Tiba di Nunukan itu pada tanggal 28 Maret 2020,” katanya.

Setelah penumpang turun, kapal lanjut lagi berlayar menuju Tarakan-Pantoloan(Donggala)-Pare-pare-Makassar dan kembali lagi ke Nunukan.

Baca Juga :  Dua Ribu Warga Baubau Terima Bantuan, Monianse : Gunakan Sebaik Mungkin

“Tiba di Nunukan lagi tanggal 2 April 2020. Kapal dijadwalkan berangkat lagi pada 3 April 2020 ke rute yang pertama karena dia berputar ke arah utara dan dijadwalkan tiba di Baubau tanggal 6 April 2020. Jadi tidak ada kaitannya dengan penumpang yang sudah dinyatakan positif tadi,” katanya.

Ditanya apakah KM Lambelu steril dari virus sebab masa inkubasi empat penumpang terjadi di dalam kapal, Capt Ahmad Sadikin menegaskan bila saat penumpang turun di pelabuhan tujuan maka kapal langsung dibersihkan sesuai dengan SOP yang digariskan Kementerian Kesehatan.

“Kami pastikan terus menjaga kebersihan kapal sesuai SOP Kementerian Kesehatan terkait keamanan moda transportasi agar terus berjalan. Olehnya, masyarakat tak perlu panik,” katanya.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Baubau, Pradigdo menegaskan bila KM Lambelu dari Nunukan berangkat pada 3 April 2020, bukan tanggal 28 Maret 2020 menuju Baubau.

“Jelas ya, tanggal 28 Maret itu sudah berakhir di Nunukan pada rute pertama, seluruh penumpang turun. Kapal lalu putar lagi tapi tak singgah di Baubau,” katanya.

Kata dia, rute perjalanan dari Nunukan ke Baubau memakan waktu tiga atau empat hari. Olehnya, tak masuk logika bila kapal berangkat dari Nunukan pada tanggal 28 Maret 2020 dan tiba di Baubau pada 6 April 2020.

“Tidak mungkin perjalanan sampai memakan waktu sampai 10 hari. KM Lambelu itu berangkat 3 April 2020 pukul 01.00 WITa dini hari dari Nunukan, siang tiba di Makassar dan tiba di Baubau pada 6 April 2020 pagi,” katanya. (adm)

Penulis : Sukri Arianto

Facebook Comments