Sultra Dipuji Kemendagri

60
Gubernur Sultra Ali Mazi dan Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh, menandatangani Berita Acara Musrenbang-RKPD tahun 2021 di Rujab Gubernur Sultra. (FOTO ISTIMEWA)

KENDARI, Rubriksultra.com- Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dinilai sebagai salah satu provinsi yang mampu bertahan dari pandemi Covid-19. Alasannya, Provinsi Sultra memiliki sumber daya yang cukup besar.

Utamanya sumber daya pangan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan. Sultra disarankan dapat memanfaatkan momentum pandemi ini sebagai lumbung pangan nasional, bahkan dunia, sekaligus membuat perlindungan sebagai mata pencaharian utama masyarakat.

Hal itu diutarakan Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar mewakili Mendagri, Muhammad Tito Karnavian saat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021 di ruang rapat Sekretaris Jenderal Kemendagri, Rabu 29 April 2020.

Kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur Sultra, H. Ali Mazi didampingi Wakil Gubernur Lukman Abunawas, Ketua DPRD Abdurrahman Shaleh, Forkopimda, Bupati dan Wali Kota serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sultra yang dilakukan sesuai Protokol Kesehatan Covid- 19 melalui video konferensi bersama Kemendagri.

Musrenbang RKPD Sultra tahun 2021 mengusung tema “Peningkatan Infrastruktur Dasar dan Kewilayahan serta Sumber Daya Manusia Guna Mendukung Industri, Pertanian, Pariwisata, dan Investasi untuk Pertumbuhan Berkualitas”.

Gubernur Sultra, H. Ali Mazi berpose bersama Wakil Gubernur Lukman Abunawas, Ketua DPRD Abdurrahman Shaleh, dan unsur Forkopimda usai acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021. (FOTO ISTIMEWA)

“Musrenbang kali ini sebagai titik tolak pencapaian Sultra selama paruh awal kepemimpinannya dalam membangun di Bumi Anoa. Pandemi Covid-19 ini secara tiba-tiba mengubah banyak rencana pembangunan, sekaligus menetapkan sejumlah prioritas pembangunan yang akan diteruskan,” kata Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Plt Polpum Kemendagri, Bahtiar
meminta jajaran pemerintah di Sultra tetap optimis dalam menghadapi wabah Covid-19. Terus tanggap menyikapi kondisi kesehatan, ekonomi, maupun sosial sebagai dampak wabah, dengan menjalankan Instruksi Mendagri maupun keputusan bersama Mendagri dengan Menkeu terkait realokasi dan refocusing anggaran.

Baca Juga :  Bupati Buteng Lindungi Honorer dan Aparat Desa

“Sebab Sultra adalah salah satu provinsi yang sangat mampu bertahan dari pandemi karena memiliki sumber daya pangan yang besar,” katanya.

Bahtiar menjelaskan, daerah dimungkinkan melakukan penyesuaian tema Musrenbang-RKPD tahun 2021 menyesuaikan perkembangan pandemi Covid-19. Tentunya untuk mendukung tema RKP Nasional Tahun 2021 dengan mempercepat pemulihan ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat fokus pemulihan industri, pariwisata, dan investasi penguatan sistem kesehatan nasional.

“Penyelarasan tema pembangunan antara pusat dan daerah diharapkan target pembangunan, baik nasional dan daerah, dapat sinergis tercapai. Untuk 17 kepala daerah kabupaten dan kota se-Sultra menyelaraskan pula tema pembangunan 2021 dengan RKP dan RKPD Sultra tahun 2021,” jelasnya.

Suasana acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021. (FOTO ISTIMEWA)

Menurut Kemendagri, kata Bahtiar, pencapaian pembangunan Sultra saat ini sudah dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Beberapa capaian pertumbuhan ekonomi Sultra tahun 2019 berada pada peringkat ketiga tertinggi se-wilayah Sulawesi 6,51 persen naik dibanding capaian tahun 2018, dan berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional.

“Capaian ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan, dengan fokus utama pada sektor-sektor strategis untuk keselaran antara pusat dan daerah,” jelasnya.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sultra juga berada di posisi terendah kedua se-Sulawesi pada tahun 2019, mencapai 2,96 persen berada di bawah rata-rata nasional 5,01 persen. Gini rasio Sultra dari Tahun 2018-2019 mengalami kenaikan, dalam kurun waktu lima tahun, gini rasio Sultra 0,399 persen berada di atas rata-rata Nasional 0,350 persen.

“Kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPK) di Sultra kian membaik yang ditandai peningkatan indikator komposit IPM. IPM Sultra tahun 2019 menempati peringkat ketiga tertinggi dari enam Provinsi di Sulawesi,” tutupnya.

Diakhir acara, Gubernur Sultra Ali Mazi dan Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh, menandatangani Berita Acara Musrenbang-RKPD tahun 2021 di Rujab Gubernur Sultra. (Adv).

Facebook Comments