Pemkab Bombana Usulkan 6 Puskesmas Modern ke Kemenkes

378
Salah satu lokasi usulan pembangunan Puskesmas modern di Kecamatan Kabaena Selatan. (Foto Agus)

RUMBIA, Rubriksultra.com- Pemerintah Kabupaten Bombana tengah mengusulkan enam gedung baru UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) bergaya modern ke Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes-RI).

Ke-enam wilayah yang diusulkan tersebut yakni Kecamatan Poleang Barat, Kecamatan Poleang Selatan dan Kecamatan Poleang Utara. Sedangkan wilayah kepulauan yakni Kecamatan Kabaena Selatan, Kecamatan Kabaena Utara dan Kecamatan Kabaena Timur.

Ke-enam wilayah ini menjadi skala prioritas pemerintah daerah guna memaksimalkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bombana. Selain itu juga untuk mewujudkan program pemerintah pusat dalam pemerataan pelayanan di bidang kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bombana, dr. Sunandar mengatakan, saat ini usulan yang tengah digodoknya sudah memasuki tahap penginputan data pendukung untuk disampaikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Diakui tidak ada kesulitan yang dihadapi dalam pengusulan. Sebab, persyaratan utama yang dibutuhkan sudah terpenuhi.

Selain itu, dikuatkan juga dengan adanya dukungan dari pihak terkait seperti anggota DPRD Bombana di masing-masing Dapil, Pemerintah Kecamatan maupun dukungan dari Pemerintah Desa.

Namun ia meminta, agar masyarakat bersabar karena usulan pengadaan gedung baru Puskesmas Modern yang anggarannya dari DAK Afirmasi itu masih dalam daftar tunggu.

“Kita disampaikan dari pihak Kemenkes untuk bersabar karena masih masuk dalam daftar tunggu dan kemungkinan pengadaanya Insya Allah di akhir tahun 2021,”bebernya.

Camat Kabaena Selatan, Syamsul Hidayat saat ditemui dikediamannya mengatakan, jauh hari sebelum dihadapkan dengan wabah Covid-19, pihaknya sudah menyiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan, mulai dari lokasi tanah yang dihibahkan hingga data pendukung lainnya.

“Antusias masyarakat sangat besar untuk memiliki fasilitas kesehatan lengkap seperti puskesmas modern ini. Bahkan, tak tanggung-tanggung tanah yang dihibahkan masyarakat kurang lebih tiga atau empat hektar itu lebih dari persyaratan yang diminta Pemda dalam hal ini Dinkes,” bebernya kepada media ini, Kamis 25 Februari 2021

Baca Juga :  Puskesmas Kabaena Selatan Masih Belum Miliki Dokter

Ia berharap, agar pemerintah daerah bisa memfokuskan pembangunan di bidang kesehatan. Dimana, saat ini diketahui Kabaena selatan merupakan wilayah yang paling minim fasilitas, baik itu layanan telekomunikasi dan layanan kesehatan.

“Seperti di pelayanan kesehatan, kita saja disini belum ada dokter di Puskesmas, dan selalunya pasien dari sini dirujuk di Puskesmas Kabaena induk,”pungkasnya. (adm)

Peliput : Agus Saputra

Facebook Comments