RS Siloam Buton Pastikan 37 Pasien Cuci Darah Tetap Dilayani

342
Dirut RS Siloam, dr Agung

BAUBAU, Rubriksultra.com- Rumah Sakit (RS) Siloam Buton tetap melayani pasien hemodialisa atau cuci darah dan pasien emergency meski izin operasional berakhir 31 Maret 2021 lalu yang berimbas pada pemutusan kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Dua layanan ini tetap berlaku baik untuk peserta BPJS maupun umum.

Hal itu ditegaskan Direktur RS Siloam Buton, dr Agung, ditemui di Rujab Wali Kota Baubau, Sabtu 3 April 2021.

“Sudah ada komitmen dari BPJS terkait hal itu sebelum memutuskan hubungan kerjasama kemarin. Tetap bisa kita klaim layanan terhadap peserta BPJS itu, sebab perjanjian kemarin, keduanya karena unsur kemanusiaan. Kalau tidak dilakukan cuci darah, pasien bisa meninggal, begitu pula pasien emergency, tidak mungkin kita tidak layani,” kata dr Agung.

dr Agung mengatakan, jumlah peserta BPJS pasien cuci darah ada 37 orang. 37 orang ini secara berkala melakukan cuci darah dua kali seminggu.

Dia pun menegaskan pasca penghentian kerjasama, tidak ada pasien terlantar. Bahkan pasien cuci darah sekalipun.

“Jadi meski penghentian kerjasama per 1 April kemarin, untuk pasien emergency dan cuci darah tetap dilayani. Karena kita sudah minta untuk diizinkan ditanggung BPJS. Sementara untuk layanan lain dikunci ketika dimasukkan namanya di aplikasi BPJS, maka itu akan eror,” tegasnya.

Pelaksana Harian Kepala Cabang BPJS Baubau, Amrin Pawiruddin membenarkan hal tersebut. Kata dia,  alasan BPJS tetap menjamin pasien emergency dan hemodialisa di RS Siloam siloam Buton sebab dua pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS itu bersifat life saving.

“Maka pelayanan tetap dapat menjadi manfaat JKN yang dijamin BPJS Kesehatan di Siloam Hospitals Buton,” tutupnya. (adm)

Laporan : Ady

Facebook Comments
Baca Juga :  2020, UM Buton Buka Program Magister Hukum