Ratusan Hektare Lahan Tidur di Baubau Ditanami Kedelai

1304
Sekda Baubau, Dr Roni Muhtar (Mengenakan topi capit) saat meresmikan penanaman kedelai perdana di areal sawah Kelurahan Karing-karing, Jumat 22 Oktober 2021. (Foto Ady)

BAUBAU, Rubriksultra.com- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau memanfaatkan lahan tidur bekas tanam padi dengan memprogramkan penanaman kedelai seluas 600 hektare. Penanaman perdana dilakukan di areal persawahan Kelurahan Ngkaring-karing usai meresmikan kegiatan itu, Jum’at sore 22 Oktober 2021.

Sekretaris Daerah Kota Baubau, Dr Roni Muhtar sangat mengapresiasi program tersebut. Menurutnya program tersebut patut dibanggakan.

“Karena tujuan kita sebenarnya adalah membantu masyarakat menjadi petani yang andal, sejahtera dan bisa mengubah keadaan masyarakat semakin lebih baik. Untuk itu masyarakat diharapkan bisa menyambut program penanaman ini dengan penuh antusias,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Muhammad Rais mengatakan, penanaman kedelai seluas 600 hektare ini perdana dilakukan. Lokasinya di areal persawahan Ngkaring-karing dan Loko.

“Ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas petani dengan membuat gebrakan peningkatan indeks pertanaman IP 200 menjadi IP 300. Selain itu, biasanya petani hanya dua kali tanam per tahun, sekarang sudah bisa tiga kali tanam, dimana dua kali tanam padi dan satu kalinya tanam kedelai,” katanya.

Kata dia, hal ini bisa dilakukan karena mekanisasi panen padi saat ini lebih cepat dengan adanya tujuh mesin panen. Lahan bekas padi bisa dimanfaatkan kembali karena tanam padi baru bisa dilakukan Februari mendatang.

“Jadi padi tetap jalan. Produksi petani ditargetkan akan sepanjang tahun karena ditambah dengan kedelai, dengan begitu kapasitas petani kita semakin meningkat,” jelasnya.

Panen kedelai ini ditargetkan Januari mendatang dengan hasil produksi 1,5 ton per hektare. Dengan begitu, total hasil produksi ditaksir mencapai 900 ton.

“Jadi setelah petani panen kedelai, lahan bisa diolah lagi kembali untuk persiapan tanam padi pada musim tanam pertama awal Februari, sehingga lahan lebih produktif,” katanya.

Baca Juga :  Tahun Ini, Empat Pejabat Eselon II di Baubau Pensiun

Rais menambahkan, dalam hal pemasaran pasca panen nanti, pihaknya sudah bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Baubau. Pun bila ada kendala pemasaran sudah diantisipasi dengan membangun komunikasi bersama Pemerintah Provinsi Sultra.

“Kita sudah antisipasi nanti setelah panen. Semua hal kita sudah lakukan Provinsi juga memfasilitasi kami soal pemasarannya. Selain itu, di baubau juga banyak pengusaha kedelai yang siap untuk didistribusikan hasil panen petani,” pungkasnya. (adm)

Laporan: Ady

Facebook Comments