Warga Terdampak Cuaca Ekstrem Diminta Laporkan Kerugian

167
Kalaks BPBD Baubau, La Ode Muslimin Hibali, mendampingi Anggota DPRD Sultra, Fajar Ishak, saat meninjau salah satu lokasi terdampak cuaca ekstrem, Kamis 24 Februari 2022. (Foto Ady)

BAUBAU, Rubriksultra.com- Pemerintah Kota Baubau melakukan identifikasi ulang secara detail kerusakan akibat cuaca ekstrem beberapa lalu. Bagi warga yang merasa menjadi korban dipersilahkan melaporkan kerugian yang dialami.

Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Baubau, La Ode Muslimin Hibali mengatakan, pemerintah tak mau satu pun korban cuaca ekstrem luput dari perhatian.

Pihaknya sudah mendata sejumlah warga yang menjadi korban bencana, antara lain warung makan di pesisir pasar Wameo Kecamatan Batupoaro dan area persawahan di Kecamatan Bungi dan Lea-lea. Selain itu, telah diterima pula laporan tujuh unit katinting nelayan Kelurahan Katobengke yang kala itu rusak dihantam ombak di perairan Lakeba.

Saat ini, pihaknya tengah menunggu laporan kerugian katinting jonson nelayan lain yang hancur dihantam ombak termasuk karamba-karamba yang informasinya bibit ikannya melarikan diri. Kemudian kerugian pedagang ayam yang mesin pencabut bulu ayam juga terdampak banjir rob.

“Jadi, masyarakat yang menjadi korban bencana itu sebaiknya lapor ke instansi terkait misalnya kerusakan sawah laporkan ke Dinas Pertanian, atau karamba ke Dinas Perikanan atau boleh melaporkan kerugiannya di posko penanggulangan bencana BPBD Baubau,” imbuh Muslimin.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Baubau ini menjelaskan, selain mengidentifikasi ulang, keputusan rapat Forkompinda malam itu juga menekankan tentang penerbitan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Baubau tentang Tanggap Darurat Bencana.

SK itu menjadi salah satu syarat administrasi pengusulan biaya penanganan bencana baik melalui Belanja Tak Terduga (BTT) maupun dana-dana lain.

“Kita sudah sodorkan draft SK nya ke bagian hukum sekretariat daerah. Kita harap SK ini diselesaikan cepat supaya penanganan kerusakan akibat bencana bisa ditangani sesegera mungkin,” pungkasnya. (adm)

Laporan : Ady

Facebook Comments
Baca Juga :  Banyak Pasangan Nikah di Baubau Berstatus Lajang