Haroana Baubau, Pemkot Siapkan Jamuan Ratusan Talang

57
Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat memberikan sambutan pada acara Pekandekandea, di Baruga Keraton Wolio Buton, Senin 17 Oktober 2022. (FOTO ASMADDIN)
Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat memberikan sambutan pada acara Pekandekandea, di Baruga Keraton Wolio Buton, Senin 17 Oktober 2022. (FOTO ASMADDIN)

BAUBAU, Rubriksultra.com- Pemerintah Kota Baubau menggelar pekandekandea, di Baruga Keraton Wolio Buton, Senin 17 Oktober 2022. Pekandekandea dikandung maksud untuk menjamu tamu-tamu dan masyarakat yang hadir ikut merayakan Haroana Baubau.

Pemerintah Kota Baubau menyajikan sekitar 250 talang berisi makanan khas Buton. Sekitar 250 talang itu diantaranya dari Instansi Vertikal 43 talang, OPD 32 talang, Sekretariat Daerah Kota Baubau 2 talang, Camat 8 talang, total 85. Kemudian ditambah dengan talang dari semua Lurah 43, sekolah-sekolah seperti SD 72 talang, SMP 32 talang, SMA 25 talang, total 172.

Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse menjelaskan pekandekandea adalah ritual budaya sejak dahulu kala sudah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Dimana acara ini sesungguhnya didedikasikan untuk ungkapan rasa syukur atas hadirnya para pejuang-pejuang negeri, para tamu-tamu agung sekaligus sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada Allah SWT atas berkah dan rahmat yang telah diberikan kepada masyarakat Kesultanan Buton saat itu yang hari ini sebagai Kota Baubau.

“Oleh karena itu, semangat kandekandea harus dipertahankan dan hari ini kita dedikasikan untuk menyambut tamu-tamu kita yang datang dari jauh maupun dekat, sekaligus sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kekuatan, kedamaian, kenyamanan dan keamanan sehingga sampai pada Oktober 2022 ini tidak ada hal yang dianggap sangat luar biasa mengganggu roda pemerintahan,” ujar Monianse saat membuka acara Kandekandea.

Orang nomor satu di Kota Baubau ini mengucap syukur karena para tamu-tamu begitu menikmati dengan nyaman perayaan Haroana Baubau. Pun bila ada hal yang kurang berkenan atau kurang nyaman mohon semua itu disimpan saja di Baubau.

Baca Juga :  Perbaikan Rusunawa Wameo Butuh Rp 3 Miliar

“Mohon maaf kalau ada salah pengucapan nama ataupun penempatan tempat duduk, biarkan itu sebagai koreksi buat kami. Dan kalau ada hal yang baik bawa pulang ceritakan kepada keluarga sahabat teman dan pemerintah daerah masing-masing agar pada momentum yang lain bisa hadir kembali ke kota kami,” ujarnya.

Monianse berharap melalui semangat kegiatan ini, tercipta kolaborasi yang kompak seluruh pihak. “Sehingga kita bisa mewujudkan kota Baubau yang maju sejahtera dan berbudaya,” harap Monianse. (adm)

Laporan : Ady

Facebook Comments