Tradisi Maataano Galampa Warisan Budaya Berasaskan Islam

Pj Bupati Buton, Drs. Basiran menghadiri puncak prosesi adat Maataano Galampa di Baruga Wabula, Kecamatan Wabula, Sabtu 18 Februari 2023. (Foto Istimewa)

PASARWAJO, Rubriksultra.com- Pj Bupati Buton, Drs. Basiran menghadiri puncak prosesi adat Maataano Galampa yang sudah berlangsung selama 3 hari di Baruga Wabula, Kecamatan Wabula, Sabtu 18 Februari 2023.

Basiran mengatakan Tradisi Maataano Galampa adalah bagian dari warisan leluhur, warisan budaya Kesultanan Buton yang berasaskan Islam. Oleh sebab itu tradisi ini perlu dilestarikan.

- Advertisement -

Begitu pula syair-syair yang dilantunkan selama proses adat dapat dilaksanakan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pun sedapat mungkin dibuatkan buku narasi agar generasi yang akan datang dapat mengetahuinya.

“Semua rangkaian, semua prosesi, semua tuturangi, dan lain sebagainya adalah bagian dari bagaimana kita menjaga, (Pomamasiaka) saling menyayangi satu sama lain, tidak boleh satu menonjol dari pada yang lain, dan yang lain tidak boleh saling menjatuhkan dengan yang lain, yang akhirnya terangkum dalam falsafah Bincibinciki kuli,” ujar Basiran.

Dalam kesempatan itu Pj. Bupati Buton juga mengimbau warga Wabula agar mengembangkan potensi sumber daya yang ada di Kecamatan tersebut, baik potensi pariwisata, UKM, maupun potensi perikanan, dan pertaniannya.

Sebab menurut orang nomor satu di Kabupaten Buton ini Kecamatan Wabula mempunyai potensi pada tanaman sukun yang rasanya berbeda di daerah lain sehingga perlu dikembangkan.

“Kita punya potensi pertanian yang sangat bagus yaitu sukun Wabula yang bisa dikatakan punya rasa dan gurihnya itu berbeda dengan daerah lain dan kembangkanlah sukun Wabula ini dengan jenis-jenis turunan olahan lain,” kata Pj. Bupati.

Diakhir sambutannya, Pj. Bupati Buton berharap kepada Amanto Parabela dan seluruh perangkat adat dari permasalahan yang ada agar menjaga adat dan daerahnya sehingga dapat terjaga hingga generasi selanjutnya.

“Terkait dengan permasalahan-permasalahan yang timbul pada pergeseran nilai-nilai budaya tadi, saya berharap kepada Amanto Parabela dan seluruh perangkat adat yang ada di Wabula ini kita jaga. Kita jaga kampung ini, adat istiadat kita jaga, jangan sampai tergerus globalisasi yang bisa merubah kebiasaan. (adm)

Facebook Comments
Baca Juga :  Jelang Ramadan, Harga Sembako di Buton Stabil