Legislatif dan Eksekutif Pangkep Kunjungan Kerja di Baubau

Komisi I DPRD Pangkep saat berkunjung di Dikbud Kota Baubau untuk memperoleh informasi terkait Perda wajib baca tulis alquran dan menyelesaikan PR Kabupaten Pangkep soal tingginya angka ATS. (Foto Ady)

BAUBAU, Rubriksultra.com- Anggota DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan kunjungan kerja di Kota Baubau selama tiga hari mulai 6-8 Maret 2023.

Komisi I DPRD Pangkep mengunjungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau untuk memperoleh informasi terkait Peraturan Daerah (Perda) tentang Wajib Baca Tulis Al-Quran dan menyelesaikan permasalahan di Kabupaten Pangkep soal tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

- Advertisement -

Sementara Komisi II DPRD Pangkep ke Dinas Perikanan untuk memperoleh informasi terkait optimalisasi peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) di sektor perikanan.

Kemudian Komisi III DPRD Pangkep ke Kantor DPRD Baubau untuk mengetahui informasi terkait optimalisasi peningkatan kapasitas di DPRD Baubau. Adapula puluhan ASN Pemkab Pangkep berkunjung ke Forum Kota Sehat Baubau dan beberapa dinas lainnya.

Kepala Dikbud Baubau, La Ode Aswad menjelaskan, perda yang menjadi tujuan anggota DPRD Pangkep tersebut adalah Perda nomor 3 tahun 2017 tentang Wajib Baca Tulis Al-Quran. Kendati demikian Perda itu bukan menjadi persyaratan utama.

“Yang terpenting disitu bagaimana komitmen Pemerintah Kota Baubau yang melakukan intervensi agar anak-anak sudah bisa baca tulis Al-Quran, sehingga dalam prakteknya di setiap satuan pendidikan itu ada yang namanya wisuda santri. Hal itu untuk mengukur kualitas anak-anak dengan harapan sebelum masuk SMP sudah bisa baca tulis alquran,” katanya.

Dikatakan angka partisipasi pendidikan untuk SMP di Kota Baubau berada di atas target yakni 131 persen sementara SD berada diangka 102 persen. Hal itu membuktikan bahwa intervensi pemerintah kota terhadap dunia pendidikan sudah tepat sehingga minat orang-orang bersekolah di Baubau itu tinggi.

“Selain itu sekarang tidak ada lagi Kepala Sekolah yang datang ke sekolah duduk menikmati AC. Saya tegaskan supaya mereka selalu keluar pagar sekolah untuk memastikan jangan lagi ada anak-anak tidak bersekolah hanya karena tidak punya seragam, tas, buku ataupun sepatu,” tandasnya.

Baca Juga :  AS Tamrin Perintahkan Inspektorat Periksa Oknum ASN yang Diduga Terlibat Pesta Miras

Kepala Dinas Perikanan Baubau Yulia Widiarti mengaku sejumlah anggota DPRD Pangkep ini tertarik dengan program bantuan dan program peningkatan kapasitas nelayan.

“Mereka ingin mengadopsi program di Baubau. Mereka tertarik dengan program peningkatan kapasitas nelayan yakni mengadakan pelatihan membuat perahu fiber. Jadi ke depan kalau mereka mau punya perahu mereka (nelayan) sudah bisa buat sendiri. Tinggal beli bahannya,” ujar Yulia Widiarti.

Ketua Komisi I DPRD Pangkep, Rahmat Irsanullah mengatakan cita-cita Kabupaten Pangkep membuat Perda wajib baca tulis alquran. Sebab selama ini Pemerintah Kabupaten Pangkep lebih fokus pada pendidikan formal sementara pendidikan agama kurang mendapat perhatian.

“Jadi kita coba untuk datang ke Baubau. Kita akan coba mengadopsi Perda itu, kita akan formula kan itu. Setidaknya di Kabupaten Pangkep kita upayakan ada juga Perda seperti itu,” tandasnya.

Politisi Partai Nasdem ini mengakui sudah mendapatkan gambaran tujuan kunjungannya baik Perda maupun intervensi Anak Putus Sekolah.

Pun bila sudah pulang di Pangkep pihaknya akan adakan rapat dan melakukan intervensi-intervensi.

“Awal mau datang saya pikir Baubau ini kota yang kecil masih dalam tahap pembangunan setelah tiba luar biasa ternyata jadi sekiranya Kabupaten Pangkep-lah yang berharap banyak untuk berguru di Kota Baubau, jadi apa yang disampaikan Kepala Dinas tadi sangat bisa diterapkan karena kita terdiri dari Kepulauan juga,” pungkasnya. (adm)

Laporan : Ady

Facebook Comments