Layar Benteng Final Chapter Hadir di Benteng Sorawolio, Tutup Perjalanan Sinema Keliling Enam Titik di Pulau Buton

BAUBAU, Rubriksultra.com – Seribu Benteng Production akan menggelar Layar Benteng Final Chapter pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Benteng Sorawolio, Kota Baubau. Kegiatan tersebut menjadi titik keenam sekaligus penutup rangkaian program pemutaran film keliling yang telah menjangkau benteng-benteng bersejarah dan desa adat di Pulau Buton.

Program Layar Benteng merupakan bagian dari Program Sinema Indonesiana yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana yang dikelola bersama LPDP. Melalui program ini, Seribu Benteng Production menghadirkan ruang apresiasi film di kawasan cagar budaya dan desa adat sebagai upaya mendekatkan film kepada masyarakat sekaligus menghidupkan ruang-ruang budaya melalui kegiatan seni dan perfilman.

Selama penyelenggaraannya, Layar Benteng telah menyambangi enam lokasi di Pulau Buton. Titik pertama berlangsung di Benteng Wolio, Kota Baubau, kemudian berlanjut ke Desa Adat Wapulaka, Kabupaten Buton Selatan, sebagai titik kedua. Selanjutnya kegiatan digelar di Desa Adat Wasuamba, Kabupaten Buton, Benteng Rongi, Kabupaten Buton, dan Desa Adat Wabula, Kabupaten Buton. Rangkaian tersebut akan ditutup di Benteng Sorawolio sebagai titik keenam sekaligus akhir perjalanan program.

Setiap penyelenggaraan mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Ratusan penonton hadir di setiap lokasi untuk menyaksikan film-film karya sineas lokal yang diputar di ruang terbuka. Antusiasme masyarakat yang terus terlihat dari satu titik ke titik berikutnya menunjukkan bahwa film mampu menjadi media hiburan, edukasi, sekaligus ruang dialog yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Project Manager Layar Benteng, Andhy Loppes Eba, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator bahwa tujuan utama program telah tercapai, yakni membuka akses masyarakat terhadap film berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem perfilman lokal.

“Layar Benteng lahir dari keyakinan bahwa film tidak hanya hidup di gedung bioskop, tetapi juga dapat tumbuh di tengah masyarakat. Enam titik pemutaran yang telah kami lalui membuktikan bahwa benteng dan desa adat mampu menjadi ruang budaya yang hidup, tempat masyarakat berkumpul, berdialog, dan mengapresiasi karya sineas lokal. Antusiasme masyarakat yang selalu memenuhi setiap lokasi menjadi pencapaian terbesar dari program ini,” ujar Andhy.

Baca Juga :  Kepala Imigrasi Baubau: Buat Paspor Bisa Lewat Ponsel

Berbeda dengan lima titik sebelumnya, Final Chapter akan menghadirkan konsep marathon screening dengan menayangkan sembilan film fiksi dan dokumenter dalam satu malam. Film-film tersebut terdiri dari film pelajar, film komunitas, dan film independen yang mengangkat berbagai tema, mulai dari sosial, budaya, pendidikan, lingkungan, hingga kisah-kisah kemanusiaan.

Film-film yang diputar merupakan karya-karya pilihan yang telah meraih penghargaan di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Selain menghadirkan film-film peraih prestasi, masyarakat juga akan menyaksikan pemutaran perdana (premiere) film dokumenter terbaru produksi Seribu Benteng Production yang menjadi salah satu sajian utama pada malam Final Chapter.

Menurut Andhy, pemutaran sembilan film tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat yang selama ini telah mendukung perjalanan Layar Benteng sekaligus memperlihatkan kualitas karya sineas lokal yang mampu bersaing di berbagai ajang perfilman.

“Di titik terakhir ini kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda melalui marathon screening sembilan film fiksi dan dokumenter, termasuk pemutaran perdana film dokumenter terbaru Seribu Benteng Production. Film-film yang ditampilkan merupakan karya-karya pilihan yang telah meraih prestasi di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Kami berharap Final Chapter menjadi perayaan bersama atas tumbuhnya semangat perfilman di Pulau Buton, sekaligus menginspirasi lahirnya lebih banyak sineas muda yang berani bercerita tentang daerahnya,” katanya.

Selain pemutaran film, Final Chapter juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya, diskusi film bersama sineas. Seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai pukul 19.00 WITA di kawasan Benteng Sorawolio.

Melalui penyelenggaraan Final Chapter, Seribu Benteng Production berharap perjalanan enam titik Layar Benteng tidak hanya menjadi penutup sebuah program, tetapi juga menjadi fondasi bagi tumbuhnya budaya menonton film lokal, lahirnya sineas-sineas baru, serta pemanfaatan benteng dan desa adat sebagai ruang kreatif yang memperkuat identitas budaya di Pulau Buton. (Adm)

Facebook Comments