Menteri Haji RI Kunjungi Keluarga Almarhumah dr. Fitri Rizkiani dan Tinjau Potensi Produk Perikanan Baubau

Menteri Haji dan Umrah RI saat memberikan santunan ke keluarga Almarhumah dr Fitri. (Foto Anto)

BAUBAU, Rubriksultra.com – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan kerja di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Sabtu (11/7/2026). Dalam agenda tersebut, Menteri Haji mengunjungi keluarga almarhumah dr. Fitri Rizkiani, dokter pendamping jemaah haji Indonesia yang wafat saat menjalankan tugas di Tanah Suci Makkah, sekaligus meninjau sentra pengolahan ikan di Kelurahan Sulaa sebagai bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi haji.

Kunjungan ke rumah duka tersebut menjadi bentuk penghormatan pemerintah atas pengabdian almarhumah yang gugur saat memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia. Dalam kesempatan itu, Menteri Mochamad Irfan Yusuf didampingi Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE, jajaran Kementerian Haji dan Umrah, serta pimpinan perbankan BUMN.

Selain menyampaikan belasungkawa dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Haji juga menyerahkan santunan kepada keluarga almarhumah sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap petugas haji yang wafat saat menjalankan tugas negara.

“Kami datang sebagai bagian dari Kementerian Haji dan Umrah karena almarhumah dr. Fitri Rizkiani bertugas atas nama kementerian. Kami juga menyampaikan salam dan belasungkawa yang mendalam dari Presiden Prabowo kepada keluarga. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ungkap Gus Irfan.

Ia menegaskan pemerintah akan memenuhi seluruh hak keluarga sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi almarhumah dalam melayani jemaah haji Indonesia.

Usai mengunjungi keluarga almarhumah, Menteri Haji dan Umrah melanjutkan agenda kerja dengan meninjau sentra pengolahan ikan di Kelurahan Sulaa, Kota Baubau. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal pemerintah dalam menjajaki potensi produk perikanan lokal sebagai bagian dari kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Mochamad Irfan Yusuf mengatakan salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto adalah agar penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berorientasi pada pelayanan kepada jemaah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Gunar Eshaya Ingatkan Petugas Verfak Tidak Asal TMS-kan Data Dukungan Yulia Rahman
Menhaj RI saat mengunjungi pengelolqan ikan di Kelurahan Sulaa. (Foto Anto)

“Harapan Presiden Prabowo adalah agar ekosistem haji ini dapat memberikan kemanfaatan kepada masyarakat. Karena itu, kami berpikir bagaimana bahan-bahan makanan yang dikonsumsi jamaah haji dapat berasal dari Indonesia,” katanya.

Menurutnya, kunjungan ke sentra pengolahan ikan bertujuan melihat secara langsung proses produksi hasil perikanan sekaligus mengkaji peluang produk tersebut menjadi salah satu bahan pangan bagi jemaah haji Indonesia.

Ia menilai produk olahan perikanan dari Baubau memiliki potensi yang cukup besar. Namun demikian, pemerintah masih perlu melakukan kajian terhadap berbagai aspek teknis, mulai dari sistem pengemasan (packaging), distribusi, hingga pemenuhan regulasi yang berlaku di Arab Saudi.

“Secara produk saya kira ada dan bisa. Hanya saja persoalan teknis seperti pengiriman, packaging, dan aturan-aturan pemerintah Arab Saudi harus kita bahas lebih lanjut. Secara umum sebenarnya memungkinkan, tinggal bagaimana kemampuan teknis kita memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Menteri Haji menambahkan, daerah-daerah pesisir seperti Kota Baubau memiliki peluang besar menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan konsumsi jemaah haji melalui produk hasil perikanan. Sementara daerah lain dapat berkontribusi melalui komoditas unggulan masing-masing, seperti hasil pertanian.

“Produk-produk dari daerah pesisir kita harapkan dapat menjadi bagian dari bahan makanan yang dikonsumsi jamaah haji. Daerah lain mungkin memiliki keunggulan di sektor pertanian. Semua potensi ini akan kami kumpulkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Menteri Haji dan Umrah menugaskan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji untuk melakukan pembahasan lebih mendalam bersama para pemangku kepentingan untuk pemanfaatan produk-produk lokal Indonesia dalam memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah penghasil. (Anto)

Facebook Comments