
BAUBAU, Rubriksultra.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Baubau mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026.
Selain menyiapkan kebutuhan kontingen, KONI Baubau saat ini memprioritaskan pembinaan atlet dan pelatih melalui masing-masing cabang olahraga (cabor).
Langkah tersebut dilakukan agar atlet yang nantinya memperkuat Kota Baubau benar-benar dipersiapkan secara matang dan berkesinambungan.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Baubau, Dio Aldiansyah, SE melalui Sekretaris Umum KONI Kota Baubau, Zulkifli, SKM., M.Kes, mengatakan persiapan menuju PORPROV tidak boleh dilakukan secara instan menjelang pertandingan. Karena itu, setiap cabor didorong untuk meningkatkan intensitas latihan sekaligus melakukan evaluasi terhadap perkembangan atlet.
"Saat ini KONI Kota Baubau secara rutin melaksanakan pembinaan atlet dan pelatih melalui cabang olahraga. Kami ingin memastikan persiapan menuju PORPROV Sultra 2026 dilakukan secara terencana dan tidak mendadak menjelang pertandingan," ujar Zulkifli.
Menurutnya, pada Tahun Anggaran 2026 KONI Kota Baubau mendapat dukungan dana hibah dari Pemerintah Kota Baubau sebesar Rp800 juta. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pembinaan prestasi olahraga, khususnya melalui program yang dijalankan masing-masing cabor.
Zulkifli menegaskan, anggaran yang dikelola KONI pada prinsipnya diarahkan untuk kepentingan pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga.
"Pada prinsipnya seluruh anggaran yang dikelola KONI kembali kepada atlet melalui cabang olahraga. Cabor merupakan tempat atlet dibina dan dipersiapkan. Karena itu, orientasi anggaran KONI adalah bagaimana pembinaan prestasi dapat berjalan dan atlet mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuannya," jelasnya.
Ia menambahkan, dukungan anggaran tersebut harus dibarengi dengan keseriusan setiap cabor dalam menjalankan program pembinaan. KONI berharap masing-masing cabor memiliki program latihan yang jelas serta mampu mengukur perkembangan atlet secara berkala.
Seleksi Atlet Wajib, Batas 15 Oktober
Sebagai bagian dari persiapan PORPROV Sultra 2026, KONI Baubau juga mewajibkan setiap cabor melakukan seleksi atlet.
Seleksi tersebut diharapkan dilakukan secara objektif dan transparan untuk mendapatkan atlet yang benar-benar memiliki kemampuan dan kesiapan memperkuat kontingen Kota Baubau.
Hasil seleksi selanjutnya wajib disampaikan secara resmi kepada KONI Kota Baubau paling lambat 15 Oktober 2026.
"Kami memberikan kesempatan kepada masing-masing cabor untuk melakukan seleksi atlet. Prinsipnya, atlet yang nantinya membawa nama Kota Baubau harus benar-benar merupakan atlet terbaik yang telah melalui proses seleksi," tegas Zulkifli.

Menurutnya, penetapan atlet tidak semata-mata berdasarkan penunjukan. Kemampuan, prestasi, kedisiplinan, kondisi fisik hingga kesiapan mengikuti program latihan menjadi bagian penting yang harus dipertimbangkan oleh setiap cabor.
Atlet Hasil Seleksi Disiapkan Masuk TC
Setelah seluruh cabor menyelesaikan proses seleksi dan menyerahkan daftar atlet kepada KONI, tahapan selanjutnya akan diarahkan pada Training Center (TC) atau pemusatan latihan.

TC menjadi salah satu tahapan penting untuk mematangkan kesiapan atlet, baik dari sisi fisik, teknik, strategi maupun mental bertanding.
"Setelah seleksi selesai, kita masuk pada tahapan TC. Di sinilah atlet akan lebih dimatangkan. Kita ingin melihat perkembangan mereka, memperbaiki kekurangan yang masih ada dan memastikan ketika PORPROV dilaksanakan, atlet Kota Baubau sudah berada dalam kondisi terbaik untuk bertanding," katanya.
Zulkifli berharap seluruh cabor, pelatih dan atlet memiliki semangat yang sama dalam mempersiapkan diri menghadapi PORPROV Sultra 2026.
Menurutnya, prestasi olahraga membutuhkan proses panjang, mulai dari pembinaan, latihan yang konsisten, kedisiplinan hingga evaluasi secara berkelanjutan.
"KONI akan terus berupaya memberikan dukungan kepada atlet melalui cabor. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana seluruh cabor serius melakukan pembinaan, melaksanakan seleksi dengan baik dan mempersiapkan atlet menuju TC," ujarnya.
"Kita ingin Kota Baubau menghadapi PORPROV bukan sekadar untuk berpartisipasi, tetapi dengan persiapan yang matang dan semangat untuk memberikan prestasi terbaik bagi daerah," tutup Zulkifli. (Adm)





