Ekspor Perdana Ubur-ubur dari Baubau Tembus Pasar Tiongkok, Nilai Capai Rp 1,6 Miliar

BAUBAU, Rubriksultra.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir Hugua secara resmi melepas ekspor perdana komoditas ubur-ubur dari Pelabuhan Murhum Kota Baubau menuju Tiongkok, Rabu (28/1).

Ekspor hasil perikanan non-tambang tersebut dilakukan oleh PT Triko Bina Nusantara sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan ekspor daerah berbasis potensi kelautan dan perikanan Sultra.

Kegiatan pelepasan ekspor turut dihadiri Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, Direktur PT Triko Bina Nusantara Anton, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau Taher Laetupa, pejabat Bea Cukai Kendari, serta sejumlah perwakilan instansi vertikal terkait.

Pada tahap awal, PT Triko Bina Nusantara mengekspor 15 ton ubur-ubur dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar. Pengiriman ini direncanakan menjadi ekspor berkelanjutan yang volumenya akan terus meningkat seiring tingginya permintaan pasar internasional, khususnya dari Tiongkok.

Wakil Gubernur Sultra, Ir Hugua, saat menjelaskan ekspor perdana dari Kota Baubau ini terintegrasi dengan kegiatan ekspor yang berlangsung secara bersamaan di Kota Kendari.

“Melalui Pelabuhan Bungkutoko Kendari, sebanyak 47 kontainer komoditas diekspor dengan nilai kurang lebih Rp500 miliar. Integrasi ini mencerminkan konsistensi dan kesinambungan strategi ekspor Sultra dari hulu hingga hilir,” jelas Hugua.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Ekspor Sultra, Hugua juga menegaskan bahwa keberhasilan ekspor langsung melalui Pelabuhan Murhum Baubau merupakan hasil dari proses panjang dan pemikiran strategis. Salah satu tujuan utamanya adalah mendorong peningkatan Dana Transfer Daerah dari pemerintah pusat melalui peningkatan nilai ekspor yang tercatat berasal dari Sultra.

“Selama ini banyak komoditas Sultra yang diekspor, tetapi pencatatan dan rilisnya justru dilakukan di daerah lain,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau agar ke depan para pelaku usaha melakukan proses pelepasan dan pencatatan ekspor langsung dari wilayah Sultra. Menurutnya, konsolidasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja ekspor daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Pemprov Sultra Naikan Honor GTT

Sementara itu, Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsina Bolu menyampaikan bahwa ekspor perdana ini bukanlah proses instan, melainkan hasil kerja panjang yang telah diinisiasi sejak beberapa bulan sebelumnya.

“Bersama Wakil Gubernur, kami telah bertemu dengan para pelaku usaha perikanan, tidak hanya dari Baubau, tetapi juga dari Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara hingga Wakatobi,” jelasnya.

Menurutnya, posisi Pelabuhan Murhum sebagai pintu ekspor memberikan keuntungan strategis bagi daerah. Dengan ekspor langsung, Kota Baubau berpotensi memperoleh insentif fiskal yang berdampak pada peningkatan transfer keuangan dari pemerintah pusat ke daerah.

“Insentif ini tentu bisa direinvestasikan untuk mendorong peningkatan kapasitas ekspor ke depan. Selama ini komoditas dari wilayah Kepulauan Buton sebenarnya sudah diekspor dalam jumlah besar, namun melalui pelabuhan lain seperti Makassar dan Surabaya,” katanya.

Ia mengungkapkan, volume ekspor yang telah keluar sebelumnya mencapai lebih dari 3.000 ton, namun tidak tercatat sebagai ekspor Baubau. “Bayangkan betapa ruginya kita. Sekarang, dengan ekspor langsung dari Baubau, semua tercatat sebagai kontribusi daerah,” pungkasnya. (adm)

Facebook Comments