Yayasan Bangun Individu Sehati Jadi Mitra Kesembilan Dapur SPPG di Buton

Sekretaris Daerah Kabupaten Buton, La Ode Syamsudin, S.Pd., M.Si saat meresmikan SPPG Buton Siontapina Matanauwe. (Foto Istimewa)

Buton, Rubriksultra.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buton Siontapina Matanauwe resmi beroperasi sebagai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ke-9 di Kabupaten Buton. Dapur MBG yang dikelola Yayasan Bangun Individu Sehati ini berlokasi di Desa Matanauwe, Kecamatan Siontapina, dan menjadi bagian dari pelaksanaan Program Strategis Nasional pemenuhan gizi.

Peresmian SPPG tersebut dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Buton, La Ode Syamsudin, S.Pd., M.Si., Senin (9/2). Peluncuran ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional peningkatan gizi anak sekolah dan kelompok rentan.

Usai peluncuran, Sekda Buton bersama pemilik Yayasan Bangun Induvidu Swhati Wa Ode Munzina serta Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Buton, Muhammad Juliawan Abadi, meninjau langsung operasional dapur MBG. Rombongan juga menyerahkan paket Makan Bergizi Gratis kepada siswa SMP Negeri 4 Buton.

Dalam sambutannya, La Ode Syamsudin menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata komitmen Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden dalam memastikan pemenuhan gizi anak-anak peserta didik, termasuk kelompok rentan di masyarakat.

“Peluncuran dapur MBG ini merupakan momentum strategis, karena menjadi bagian dari program strategis nasional Presiden RI dan Wakil Presiden,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Buton untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program MBG agar berjalan optimal dan tanpa kendala di lapangan.

“Program MBG ini diluncurkan untuk pemenuhan gizi anak-anak kita. Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi, sehingga pemerintah mendesain berbagai konsep untuk mengatasi permasalahan gizi tersebut, salah satunya melalui program MBG,” tuturnya.

Sekda juga berharap agar keberadaan yayasan-yayasan pengelola MBG mendapat perhatian serius dari semua pihak, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang sehat melalui pemenuhan gizi yang memadai sejak dini.

Baca Juga :  Aspal Buton Mampu Penuhi Kebutuhan Nasional

Sementara itu, pemilik Yayasan BIS, Wa Ode Munzina, menyampaikan bahwa pendirian dapur MBG tersebut merupakan bentuk dukungan penuh terhadap program Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

“Khusus untuk SPPG Buton Siontapina Matanauwe, jumlah siswa penerima manfaat mencapai 2.900 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya bersyukur dapat menjadi bagian dari perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam pelaksanaan program MBG. Kehadiran dapur MBG ini, kata dia, tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga memberdayakan potensi pangan lokal di Kabupaten Buton.

“Kami memberdayakan pengelola pangan lokal sesuai standar MBG, serta melibatkan sumber daya manusia lokal yang ada di Desa Matanauwe,” tutupnya. (Adm)

Facebook Comments