Arusani Tumbuhkan Simpul Ekonomi di Busel

129
Bupati Busel, H. La Ode Arusani, saat meletakkan batu pertama pembangunan Pasar Rakyat Burangasi., Rabu 7 Juli 2021. (Foto Istimewa).

BATAUGA, Rubriksultra.com- Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) dibawah kepemimpinan Bupati Busel, H. La Ode Arusani berkomitmen menumbuhkan simpul ekonomi baru bagi masyarakatnya. Salah satunya dengan menghadirkan pasar rakyat di seluruh kecamatan yang ada.

Di tahun keempat memimpin daerah yang terkenal dengan sebutan Negeri Beradat ini, pembangunan pasar rakyat yang digenjot H.La Ode Arusani mulai terlihat.

Pada 2021 ini, sementara berlangsung pembangunan satu unit Pasar Rakyat Burangasi di Kecamatan Lapandewa, yang peletakkan batu pertamanya dipimpin langsung Bupati Busel, H. La Ode Arusani, pada Rabu 7 Juli 2021 lalu.

Saat peletakan batu pertama, orang nomor satu di Busel ini juga memerintahkan instansi terkait untuk membangun jalan sebagai akses masyarakat. Sebab lokasi pembangunan pasar tidak berada di pinggir jalan utama.

Akses ini penting karena menjadi salah satu urat nadi perputaran ekonomi masyarakat setempat. Pembangunan akses jalan diprioritaskan dituntaskan 2022 mendatang.

Kehadiran pasar sesunguhnya adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam rangka mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera. Pembangunan pasar bertujuan tidak lain agar akses ekonomi semakin nyata di tengah-tengah masyarakat.

Hal inilah yang ingin dicapai pemerintah. Keberadaan pasar ini patut disyukuri, karena ini bukti nyata bahwa pemerintah terus menerus memberikan kontribusi besar dalam rangka membangunan akses ekonomi masyarakat.

Bupati Busel, H. La Ode Arusani, saat meresmikan Pasar Rakyat Sampolawa, Sabtu 14 November 2021 lalu. (Foto Istimewa)

Disadari pula bila pembangunan pasar ini tak akan bisa terwujud bila tak ada peran dari instansi terkait yang telah memediasi pelaksanaan sehingga berjalan dengan baik. Juga kepada pemerintah kecamatan, desa terkhusus masyarakat yang telah mendukung pembangunan pasar rakyat.

Dengan adanya pasar rakyat, pemerintah berharap besar agar masyarakat cepat makmur, semakin jaya dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Olehnya, semua pedagang dan masyarakat diharapkan dapat menjaga kebersihan pasar untuk mewujudkan pasar yang rapi dan nyaman dalam bertransaksi jual beli.

Baca Juga :  Pemprov Sultra Distribusi Alkes Tangani Corona di Daerah

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Busel, La Hardin menambahkan, Pasar Rakyat Burangsi dibangun dengan anggaran senilai Rp 5 miliar menggunakan APBN Tugas Pembantuan (TP). Progres pembangunan kini telah mencapai 75 persen.

“Proposal pasar (Burangasi) ini kita masukan di 2020 kemarin. Alhamdulillah sekarang sudah masuk progres 75 persen pembangunannya, selesai kontrak itu November, sudah rampung,” katanya.

Kata dia, dukungan Bupati Busel, H.La Ode Arusani dalam pembangunan pasar rakyat sangat besar. Di sejumlah kecamatan rata-rata sudah memiliki pasar.

Ia merinci, di Kecamatan Batauga ada satu titik pasar yakni Pasar Rakyat Bandar Batauga. Kemudian Kecamatan Sampolawa ada empat, diantaranya Pasar Lama Jayabakti, Pasar Rakyat Todombulu, Pasar Rakyat Bahari dan Pasar Rakyat Gerak Makmur atau Lande.

Bupati Busel, H. La Ode Arusani, saat meresmikan Pasar Rakyat Bahari, 6 September 2021 lalu. (Foto Istimewa)

Selanjutnya Kecamatan Lapandewa sudah masuk dua dengan pembangunan tahun ini, masing-masing Pasar Rakyat Lapandewa dan Pasar Rakyat Burangasi. Kemudian Pasar Rakyat Siompu dan Pasar Rakyat Siompu Barat, sementara di Kecamatan Kadatua ada dua, yakni Pasar Rakyat Kaofe dan Pasar Rakyat Mawambunga.

“Yang belum di bangun sejak Busel mekar tinggal Batu Atas. Ini menjadi fokus pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Busel, H. La Ode Arusani. Disana memang ada pasar lama yang masih dengan kabupaten induk kemarin, tetapi kondisinya sudah rusak berat,” katanya.

La Hardin mengaku telah melakukan upaya untuk melakukan rehabilitasi, namun lahan pasar tersebut sudah sangat dekat dengan air laut.

“Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah kecamatan untuk dicarikan lokasi pembangunan pasar yang baru. Moga secepatnya bisa dibangun,” katanya.

Dikatakan, tujuan pemerintah menghadirkan pasar di seluruh kecamatan untuk memperpendek jarak, karena selama ini masyarakat pedagang harus ke Wameo, Kota Baubau, untuk memasarkan hasil produknya.

Baca Juga :  Bantuan Atasi Corona di Sultra Terus Berdatangan

“Intinya kita dekatkan pelayanan sehingga perputaran ekonomi bisa berjalan di desa atau kecamatan, apalagi pembangunan pasar di daerah ini menjadi target dari pemerintah pusat. Alhamdulillah kita tiap tahun sudah terbangun,” katanya.

Ia berharap roda perputaran ekonomi di daerah apalagi saat ini masih pandemi sudah mulai bagus. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat akan tercapai. (adv)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2