Baubau Komitmen Jaga Kerukunan

107
Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin menandatangani deklarasi damai bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan unsur Forkopimda di Rujab Wali Kota Baubau, Selasa 22 September 2020. (Foto Istimewa)

BAUBAU, Rubriksultra.com- Pemerintah Kota Baubau berkomitmen menjaga kerukunan. Hal itu dituangkan dalam deklarasi damai bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan unsur Forkopimda di Rujab Wali Kota Baubau, Selasa 22 September 2020.

Deklarasi damai tersebut diinisiasi Polres Baubau dan langsung ditindak lanjuti Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin dan Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse.

-Advertisement-

“Tujuan utama deklarasi damai ini untuk mencegah terjadinya konflik Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA),” kata Dr AS Tamrin.

Terdapat tiga point utama dalam deklarasi damai ini. Diantaranya menjaga toleransi dan kerukunan antara suku dan umat beragama, menolak segala bentuk hoax, isu sara dan ujaran kebencian di tengah masyarakat maupun media sosial, serta bersama-sama menciptakan dan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kota Baubau.

Orang nomor satu di Baubau berharap dengan kuatnya peranan para tokoh di masyarakat maka deklarasi damai dapat diimplementasikan.

Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin pose bersama usai deklarasi damai bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan unsur Forkopimda di Rujab Wali Kota Baubau, Selasa 22 September 2020. (Foto Istimewa)

Kapolres Baubau, AKBP Rio Tangkari tidak menampik kalau deklarasi damai yang dilakukan menyikapi situasi yang telah terjadi. Baik lingkup skala nasional maupun regional di wilayah Sultra dan Baubau.

“Berangkat dari itu, kita bersama Pemkot menginisiasi dengan mengambil langkah-langkah antisipasi untuk merapatkan barisan, menguatkan seluruh elemen untuk sama-sama menjaga kedamaian di Kota Baubau,” ungkapnya.

Perwira dua melati dipundaknya ini mengaku deklarasi damai dijadikan sebagai dasar komitmen bersama untuk selalu menolak segala isu hoax berkembang baik di media sosial maupun di tengah masyarakat.

“Sebelum terjadi, kita sudah bisa meredam situasi yang terjadi disekeliling kita,” tandasnya. (adm)

Penulis: Ady

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga :  Salat Idul Adha Boleh di Masjid, Wakil Wali Kota Baubau: Perhatikan Protokol Kesehatan