Diduga Salurkan Solar tanpa Nozzle di Wakatobi, Pertamina Baubau: Itu Langkah Atasi Kekosongan

221
Ilustrasi. (Foto Int)

BAUBAU, Rubriksultra.com- Kebijakan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Baubau yang membolehkan penyaluran BBM subsidi jenis solar diduga tanpa nozzle di SPBU Kompak Wakatobi disikapi banyak pihak. Temuan dugaan itu terkuak saat Tim Pengawas dan Distribusi BBM di Wakatobi melakukan sidak ke SPBU di Wakatobi beberapa waktu lalu.

Sejumlah kelompok masyarakat pun menganggap kegiatan itu merupakan tindakan pidana yang melanggar UU No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

Tak ingin berlarut, DPRD Wakatobi melakukan rapat konsultasi bersama PT Pertamina Baubau dan CV Fajar Mekar Wakatobi untuk membahas masalah itu di Hotel Zenith Baubau, Selasa 12 Januari 2020.

Fuel Terminal Manager Pertamina Baubau, Adi Rachman menjelaskan, tindakan penyaluran BBM jenis solar tanpa nozzel di SPBU Kompak merupakan diskresi atau kebijakan sementara PT Pertamina dalam menghadapi situasi SPBU yang berada di Wakatobi. Kebijakan ini dikeluarkan mengingat fasilitas sarana di SPBU itu belum memadai.

“Di SPBU Kompak hanya tersedia dua nozzle dan dua tangki penampung. Maka untuk sementara penyaluran bio solarnya mau tidak mau harus tanpa menggunakan nozzle,” ungkap Adi usai rapat.

Dikatakan, kondisi SPBU di Wakatobi ini merupakan kendala teknis bersama seluruh rakyat. Keadaan ini bila dipaksakan tidak boleh menyalurkan tanpa nozzel maka akan terjadi kekosongan solar di Wakatobi.

Ia mengaku, langkah penyaluran bio solar tanpa melalui nozzle ini sudah sangat tepat dilakukan. Apalagi bio solar merupakan jenis BBM yang memiliki potensi kebakaran sangat kecil karena penguapan yang sangat rendah dibanding BBM jenis lainnya.

“Jadi yang disalurkan di Wakatobi ada tiga jenis yaitu Premium, Pertalite dan Bio Solar, sementara sarana disana hanya dua. Jadi mending solar yang tanpa melalui nozzle dibanding BBM jenis premium dan pertalite yang disalurkan tanpa nozzle karena premium dan pertalite itu memiliki sifat pengapan tinggi dan pastinya sangat rawan kebakaran,” jelasnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Baubau Uji Coba Go Digital, Teken Dokumen Kependudukan Gunakan Aplikasi

Selain itu, saat ini pihak SPBU Kompak juga tengah melakukan penambahan sarana tangki maupun nozzle. Sehingga dalam waktu dekat kebijakan pertamina tadi akan dicabut dan penyaluran solar di Wakatobi akan diubah melalui nozzle.

Anggota DPRD Wakatobi, Erni Watirasyid mengaku sangat mengapresiasi kebijakan pihak pertamina. Hal ini dilakukan ternyata demi kesejahteraan rakyat wakatobi.

“Saya legislator Gerindra sangat mengapresiasi pihak Pertamina. Ini betul-betul untuk rakyat Wakatobi. Saya atas nama wakil rakyat, pasti akan mendukung penuh dan mendorong terus kebijakan yang memikirkan rakyat seperti ini. Coba dibayangkan kalau kuota solar tidak ada di Wakatobi, pasti akan sangat merugikan,” tutupnya. (adm)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry