Dikbud Komitmen Pulihkan Sektor Pendidikan di Sultra

1020
Kepala Dikbud Sultra, Asrun Lio.

KENDARI, Rubriksultra.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap memulihkan sektor pendidikan di Bumi Anoa. Salah satunya dengan terus menekankan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di ruang lingkup pendidikan untuk proses belajar mengajar tatap muka di sekolah memasuki tahun ajaran baru 2020/2021.

Plt Kepala Dikbud Provinsi Sultra, Asrun Lio menjelaskan, perilaku new normal dalam lingkungan pendidikan memasuki tahun pelajaran baru 2020/2021 perlu dipersiapkan dengan matang. Sekolah harus menerapkan protokol kesehatan ketika proses belajar mengajar tatap muka diberlakukan.

-Advertisement-

Kata Asrun Lio, terdapat beberapa hal wajib yang harus dilakukan untuk diterapkan di sekolah. Utamanya untuk menghindari adanya penyebaran virus corona ketika siswa berada dalam lingkungan sekolah.

Setiap siswa, lanjutnya, harus hindari kontak fisik dan jaga jarak di ketika berada di dalam maupun di luar kelas,
tidak berbagi makanan dan minuman di sekolah, memakai masker yang diberikan sekolah, mencuci tangan dengan sabun secara rutin, mengontrol kebersihan peralatan dan perlengkapan ruangan serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

“Tatanan baru ini siswa harus betul-betul paham, jangan menganggap new normal biasa-biasa saja. Jadi, siswa harus biasa memakai masker, harus biasa cuci tangan setiap saat, tidak berbagi makanan kepada sesama temannya, dan yang paling penting ruangan dan lingkungan harus disterilkan dengan disinfektan setiap saat,” kata Asrun Lio di ruang kerjanya, Jumat 10 Juli 2020.

Spanduk yang memuat hal penerapan protokol kesehatan disiapkan di sekolah. (Foto Istimewa)

Setiap SMA/SMK dan SLB di Sultra, kata Asrun Lio, Dikbud Sultra telah mengirimkan tempat cuci tangan untuk dipasang di setiap sekolah ketika proses belajar mengajar tatap muka di sekolah di terapkan.

“Setiap sekolah kita sudah mengirim tempat cuci tangan baik sekolah negeri maupun swasta untuk 17 kabupaten kota,” jelasnya.

Baca Juga :  Kontribusi PT. VDNI, Salurkan Ribuan Rapid Test ke Pemprov Sultra

Yang paling penting, kata Asrun Lio,
izin orang tua siswa sangat penting ketika anaknya melakukan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah. Orang tua, lanjut dia, bisa tidak memberikan izin anaknya, karena ada kekhawatiran jangan sampai terpapar Covid di sekolah dan nanti membentuk satu klaster baru.

“Kekhawatian orang tua siswa menjadi dasar kita, karena tidak ada orang tua mengorbankan anaknya. Orang tua memiliki prinsip yang sama memikirkan kesehatan dan keselamatan anaknya yang paling utama,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, di Bumi Anoa kasus corona terus meningkat dan negara belum mencabut status bencana nasional darurat covid. Untuk itu, lanjut dia, harus dipikirkan baik ketika memperbolehkan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah.

Spanduk penerapan protokol kesehatan. (Foto Istimewa)

“Saat ini kita masih darurat covid, hanya kita harus bisa memulihkan semua sektor termaksud sektor pendidikan. Tetapi sektor pendidikan ini diragukan jangan sampai menciptakan satu klaster baru. Jadi
kegiatan belajar mengajar di sekolah belum diperbolehkan,” jelasnya.

Untuk memastikan sekolah aman dari Covid, kata Asrun Lio, harus ada izin dari Gugus Tugas yang menyatakan wilayah dan sekolah tersebut masuk zona hijau dan betul-betul bebas corona.

“Dinas Pendidikan melakukan verifikasi, survei atau peninjauan terhadap sekolah-sekolah yang dinyatakan zona hijau untuk proses belajar mengajar di sekolah. Kemudian kita laporkan kepada Gugus Tugas untuk mendaptkan izin, agar orang tua siswa tidak ada kekhawatiran ketika anaknya masuk sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, walaupun proses belajar mengajar tidak akan dilakukan di sekolah. Siswa tetap belajar mengikuti kurikulum dengan proses berbeda dari sebelum-sebelumnya.

“Tetap kita belajar di rumah mengikuti kurikulum, tapi cara belajar mengalami perubahan melalui daring atau online, karena ini salah satu metode menghindari dan mencegah penyebaran Covid-19,” tutupnya.(Adv)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry