Gubernur Sultra Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi yang Dipimpin Mendagri

26
Gubernur Sultra, Ali Mazi pada Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah bersama Mendagri, Tito Karnavian
Gubernur Sultra, Ali Mazi pada Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah bersama Mendagri, Tito Karnavian

KENDARI, Rubriksultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi hadir mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melalui zoom meeting, di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa 30 Agustus 2022.

Hadir pada rapat kali ini yang mendampingi Gubernur Ali Mazi antara lain, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Prov. Sultra Muh. Ilyas Abibu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sultra Doni Septadijaya, Wakil Ketua Umum Pemberdayaan Perempuan KADIN Sultra Trinop Tijasari, KBO Roops Polda Sultra Lilik Isayono, Kepala Balai Karantina Ikan Kendari Amdali Adhitama, Plt Kepala BPKP Prov. Sultra Wahyu Hartono,

Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sultra Sitti Saleha, Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari Andi Faisal, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Sultra Ari Sismanto, Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Prov. Sultra Rodwan Botji, dan Perum Bulog Kantor Wilayah Sultra, Fatra Septya.

- Advertisement -

Hadir secara virtual mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), diantaranya Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo dan Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono. Dari tempat terpisah hadir juga secara virtual Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi H. Abdul Halim Iskandar.

Kemendagri Tito Karnavian, menyampaikan terkait pesan dari Presiden RI, tentang perlunya mengambil langkah-langkah yang antisipatif untuk menangani inflasi, karena saat ini inflasi di dunia cukup tinggi.

Tito Karnavian menyatakan bahwa, saat ini ekonomi Indonesia tumbuh relatif cukup baik, namun ada hal yang perlu diwaspadai yaitu ketidakmampuan negara-negara lain mengatasi pandemi COVID-19 dan ketidakmampuan negara lain menjaga ekonominya yang bisa berdampak ke Indonesia karena Indonesia merupakan bagian dari sistem globalisasi ekonomi.

Baca Juga :  Bank Daerah Diharapkan Mampu Bersaing dan Kontributif

Ditambah lagi perang Rusia dan Ukraina yang berdampak terhadap perekonomian. Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan ekonomi global mengalami efek dari pertumbuhan yang lebih lambat dan inflasi yang lebih cepat. Dampak tersebut akan mengalir ketiga saluran utama, antara lain harga komoditas yang lebih tinggi, ekonomi dan perdagangan akan terganggu serta berkurangnya kepercayaan bisnis dan ketidakpastian.

Jajaran Pemprov Sultra mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi
Jajaran Pemprov Sultra mengikuti Rakornas Pengendalian InflasiMenteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan pengendalian inflasi ini bukan hanya masalah Pemerintah Pusat saja tetapi Pemerintah Daerah juga. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meminta pemerintah Provinsi, Kota maupun Kabupaten untuk bisa mengendalikan inflasi.

“Bisa dilihat nanti siapa yang bekerja dan siapa yang tidak mampu mengendalikan inflasi. Prinsipnya ialah inflasi bisa diartikan sebagai kenaikan harga atau kebutuhan hidup dan biaya hidup. Beda dengan kenaikan komoditas yang temporer seperti lebaran kemarin,” jelas Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono dalam paparannya menyampaikan berbagai capaian indikator makro ekonomi Indonesia sampai dengan semester I tahun 2022 ini menunjukan adanya perbaikan sampai dengan semester II tahun 2022.

“Menjadi catatan agar kita terus berupaya bersama-sama menjaga inflasi” jelasnya. Dikatakan juga, perlu waspada terhadap kenaikan harga komoditas bergejolak, komoditas yang diatur oleh pemerintah serta komoditas energi dan pangan yang diimpor (imported inflation),” tutur Margo.

Mengenai pengendalian inflasi, Pemprov Sultra mengambil langkah antisipatif potensi risiko gejala harga pangan di Sulawesi Tenggara antara lain, pertama, memperkuat sinergi TPID terutama dalam mewujudkan 4K (Ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif) serta memperkuat koordinasi antar OPD melalui pertukaran data, seperti pasokan, kebutuhan, dan harga sebagai dasar kebijakan).

Suasana Rakornas yang diikuti Gubernur Sultra bersama jajarannya secara daring (Via Zoom).
Suasana Rakornas yang diikuti Gubernur Sultra bersama jajarannya secara daring (Via Zoom).

Kedua, mendorong Kerja sama Antar Daerah (KAD) dalam pemenuhan pasokan komoditas holtikultura sebagai wujud kalaborasi dan sinergi antar pemerintah daerah se-Sultra. Hal ini dimaksudkan mewujudkan ketahanan pangan.

Ketiga, meningkatkan produksi cabai merah dan bawang merah yang terus menerus penyumbang inflasi Sultra.
Keempat, konsisten melaksanakan operasi pasar untuk memastikan keterjangkauan harga.

“Kelima, mendorong terbentuknya pasar digital untuk mempermudah pemantauan harga dan pasokan secara berkala. Keenam, pemanfaatan pasar tani untuk mempermudah produsen menjual langsung hasil produksinya,” jelasnya.

Selanjutnya, Gubernur Sultra, Ali Mazi rencananya akan melanjutkan rapat koordinasi inflasi daerah bersama para Bupati, Wali Kota dan para OPD Provinsi Sultra yang terkait, pada tanggal 6 September 2022 mendatang. Hal ini bertujuan untuk memonitoring inflasi harga pangan di Bumi Anoa. (Adv)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry