Ini Pemenang Sayembara Masterplan Wisata Toronipa

172
Gubernur Sultra, H. Ali Mazi saat menghadiri sekaligus menyerahkan hadiah secara simbolik kepada para pemenang di Rujab Gubernur Sultra. (Foto Istimewa)

KENDARI, Rubriksultra.com– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengumumkan pemenang tiga pemenang sayembara desain Masterplan Kawasan Pariwisata Terpadu Toronipa. Pengumunan dihadiri langsung Gubernur Sultra, H. Ali Mazi menghadiri sekaligus menyerahkan hadiah secara simbolik kepada para pemenang di Rujab Gubernur Sultra.

Tiga pemenang ini merupakan hasil dari sayembara yang digelar Pemprov Sultra melalui Dinas Pariwisata yang bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sultra dan Komunitas Sultra Creative Forum. Sayembara ini dimulai sejak awal tahun 2020.

Para pemenang terdiri Andi Al-Mustagfir Syah, seorang arsitek di Kota Kendari, sebagai juara pertama. Juara kedua dan ketiga masing-masing Brawl Stars dan Shiruano Consulting, yang keduanya berasal dari Yogyakarta.

Juara pertama meraih hadiah berupa satu unit mobil. Juara kedua memperoleh uang tunai sebesar Rp 50 juta, dan juara ketiga mendapatkan uang tunai sebesar Rp 25 juta.

Gubernur Sultra, H. Ali Mazi mengatakan, kekayaan dan keragaman potensi wisata yang dimiliki Sultra membuka peluang besar bagi tewujudnya kemajuan daerah apabila dikelola dengan baik.

Di sisi lain, pengembangan destinasi wisata Sultra masih dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain daya saing aksesibilitas, ketersediaan amenitas, ancaman penurunan kualitas lingkungan, transformasi digital dalam pemasaran, dan masih terbatasnya SDM pariwisata. Hal ini menyebabkan rendahnya minat swasta untuk berinvestasi langsung ke destinasi wisata.

“Untuk itu, kita akan mempersiapkan pengembangan sebuah destinasi wisata yang memiliki keunggulan kompetitif maupun keunggulan komparatif secara nasional dan regional, yaitu Kawasan Pariwisata Terpadu Toronipa dan sekitarnya dengan pusat kawasan berada di Pantai Toronipa,” jelasnya.

Kawasan Toronipa akan dikembangkan melalui pola kolaborasi pentahelix dan keterpaduan program seluruh pemangku kepentingan yang terkait, baik di pusat dan daerah.

Baca Juga :  KPU Sultra Mencatat 2 Petugasnya Meninggal Dunia dan 200 Sakit

Dengan potensi pariwisata yang cukup besar, maka pembangunan destinasi wisata harus dibuat secara terencana dan matang melalui penyusunan masterplan. Salah satu hal yang penting dalam desain ini adalah dengan memasukan unsur arsitektur kelokalan.
“Selain untuk menguatkan konsep pariwisata, juga akan mengangkat identitas kearifan lokal daerah kita. Karena identitas inilah yang akan menjadi pembeda, serta mampu menarik wisatawan untuk datang dan berkunjung,” tambahnya.

Dikatakan, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat penyelesaian penyiapan infrastruktur dasar dan aksesibilitas berupa jalan, pelabuhan wisata, air bersih, ketersediaan energi listrik, jaringan internet, pengelolaan persampahan dan sebagainya. Jika aksesibilitas ke destinasi ini sudah baik, industri pariwisata akan berpartisipasi menyiapkan amenitas dan atraksi berupa hotel, resort, restoran, dan berbagai jenis usaha pariwisata lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Sayembara, La Ode Abdul Syukur yang berasal dari IAI Sultra menyampaikan, sayembara yang dilaksanakan ini, merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemprov Sultra dalam upaya menjadikan Kawasan Pariwisata Terpadu Pantai Toronipa sebagai kawasan wisata yang memiliki daya saing dan daya ungkit bagi perekonomian daerah.

Maksud sayembara ini adalah untuk mendapatkan desain terbaik dalam pengembangan kawasan dan arsitektur di Kawasan Wisata Pantai Toronipa sebagai penghubung atau terminal bagi seluruh tujuan wisata di daerah ini.

“Sayembara ini memberikan penekanan pada penggalian gagasan/ide kreatif dan inovatif dengan memadukan program pelestarian budaya dan lingkungan melalui kegiatan revitalisasi, pemberdayaan masyarakat, dan rekreasi secara terpadu,” jelas La Ode Abdul Syukur.

Dijelaskan, desain yang dihasilkan itu kemudian menjadi dasar atau model pengembangan Kawasan Pariwisata Terpadu Toronipa. Sejak sayembara diumumkan, terdapat 40 peserta yang mendaftar, namun yang melengkapi berkas pendaftaran hanya 24 peserta.

Baca Juga :  Alokasi Dana Desa di Sultra Meningkat, 2020 Capai Rp 1,6 Triliun

Peserta yang mengumpulkan karya finalnya ke panitia tersisa delapan tim saja, dan dipilih enam besar. Dewan Juri kemudian memilih tiga karya terbaik. Tiga peserta terbaik itu kemudian mempresentasikan rancangan mereka di depan Gubernur Sultra, yang lalu memilih juara pertama hingga ketiga. (adm)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry