Kinerja Pengurusan Dukcapil Bombana Terbaik di Sultra

1836
Bupati Bombana,H.Tafdil.

RUMBIA, Rubriksultra.com- Bupati Bombana, H. Tafdil, sepenuh hati memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor pengurusan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Berbagai inovasi dirancang untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Konsistensi dalam menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat pun berbuah manis. Di bawah tangan dingin H.Tafdil, Pemerintah Kabupaten Bombana berhasil meraih predikat sebagai Peringkat Pertama Kabupaten yang Sangat Inovatif se-Sulawesi Tenggara (Sultra).

Teranyar, Pemkab Bombana juga berhasil menorehkan prestasi prestisius kategori Kinerja Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Terbaik se-Sultra. Kabupaten Bombana menjadi satu-satunya daerah di Sultra yang mencapai level tertinggi atau level ke-4.

Penghargaan “Dukcapil Terbaik” yang merupakan hasil evaluasi capaian target kinerja ini diserahkan langsung Dirjen Dukcapil Prof. Dr Zudan Arif Fakrullah kepada Bupati Bombana melalui Kadis Dukcapil, Firdaus.

Bupati Bombana, H. Tafdil mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak hingga membawa Pemkab Bombana ke level tertinggi dalam pencapaian target kinerja. Ia meminta kepada dinas terkait agar terus berinovasi dan menciptakan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bombana.

“Pencapaian yang luar biasa ini harus dijaga, dipertahankan, dan harus ditingkatkan lagi, agar supaya tercipta pelayanan yang baik kepada masyarakat,”tuturnya.

Kepala Disdukcapil Bombana, Firdaus menambahkan, prestasi ini merupakan kerja keras seluruh tim untuk mengimplementasikan program unggulan Bupati Bombana di periode 2017-2022, yang tak lain untuk mewujudkan terciptanya pelayanan yang baik, cepat dan merata.

Dasar penilaian raihan capaian target kinerja terbaik level empat ini karena terpenuhinya 9 indikator yakni perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) yang ditargetkan 99,2 persen, dan pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) ditargetkan 30 persen.

Dirjen Dukcapil, Prof. Dr Zudan Arif Fakrullah, saat menyerahkan penghargaan kepada Bupati Bombana melalui Kepala Disdukcapil Bombana, Firdaus. (Foto Istimewa)

Lalu, ada pencetakan dokumen menggunakan kertas putih 18 dokumen, TTE 18 dokumen, pelayanan online, pelayanan integrasi, pencetakan Akta Lahir ditargetkan 95 persen, PKS dan akses data.

Baca Juga :  Gugus Tugas Nasional Kembali Kirim 3.250 APD untuk Sultra

“9 kriteria inilah yang menjadi target yang harus diselesaikan oleh setiap Kabupaten, karena tiap tahun Disdukcapil dikasih target. Untuk Bombana sendiri, target yang dikasih sudah terpenuhi semua bahkan melebihi dari target,” ungkapnya.

Data terakhir target perekaman KTP-el per 15 November 2021 Kabupaten Bombana mencapai 103.496 jiwa atau 100,99 persen, progres data Kartu Indonesia Anak (KIA) 26.174 jiwa atau 53,83 persen, sedangkan data Akta Kelahiran 54.203 jiwa atau 104,97 persen.

“Dan satu hal yang mengangkat Disdukcqpil ke level tertinggi dan ini yang tidak dimiliki kabupaten lain yakni 14 OPD diberikan pemanfaatan data, dan 3 OPD diberikan hak akses data kependudukan by name by adress melalui web portal yang diberikan Ditjen Dukcapil,” pungkasnya.

Adapun inovasi layanan di Disdukcapul Kabupaten Bombana dibagi dalam 4 bentuk pelayanan, diantaranya,:

1. Layanan terintegrasi yang terdiri dari SAMARA ( Measa Moawa Orua)/ satu permohonan mendapatkan dua dokumen, SAMATO (Measa Moawa Otolu)/ satu permohonan dapat tiga dokumen, SAMAOPA (Measa Moawa Opa)/ satu permohonan dapat empat dokumen, dan SICANTIK (Siap Antar dan Cetak Akte Kematian).

Layanan SAMARA, SAMATO, SAMAOPA merupakan layanan untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh dokumen kependudukan dengan 1 (satu) kali mengurus mendapat 2(dua), 3 (tiga), 4 (empat) dokumen sekaligus dan tidak perlu harus mengurus ulang-ulang.

Layanan SICANTIK, merupakan proses pelayanan pemberian kutipan akta kematian secara langsung kepada keluarga almarhum, sebelum atau sesudah jenazah dikuburkan.

Manfaat dari layanan ini yakni mempercepat pemberian pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat, serta penghematan tenaga dan sarana serta efisiensi anggaran masyarakat.

Suasana pelayanan di kantor Disdukcapil Kabupaten Bombana dengan melakukan penerapan prokes ketat di tengah pandemi Covid-19. (Foto Agus)

2. Layanan kerjasama yang terdiri dari LA DATA (Lahir Dapat Akta) serta MA DATA (Mati Dapat Akta).

Layanan ini kerjasama antar Dukcapil dan BLUD RSUD dalam rangka penerbitan dokumen kependudukan pasien yang melahirkan dan meninggal di rumah sakit. Selain itu, layanan ini juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam rangka penerbitan dokumen kependudukan pasien yang melahirkan dan meninggal di Puskesmas.

Baca Juga :  DPRD Butur Soroti Kerusakan Jaringan Telekomunikasi di Kulisusu Utara

Manfaat dari layanan ini guna mempermudah dan mempercepat pelayanan yang dibutuhkan oleh pasien rumah sakit dan puskesmas serta penghematan tenaga, sarana dan efisiensi anggaran masyarakat.

3. Pelaporan peristiwa dokumen kependudukan dan permohonan dokumen kependudukan dengan layanan WAMUDA (Dengan WhatsApp Semua Mudah).

Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk melaporkan peristiwa kependudukan dan dokumen kependudukan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp melalui Sekretaris Desa. Berkas asli ditampung sementara oleh Sekdes lalu diantarkan ke kantor Disdukcapil dan ditukarkan dengan dokumen kependudukan.

4. Jemput Bola dengan Layanan Keliling

Dengan layanan keliling maka penduduk yang sakiy/Jompo/Disabilitas bisa mendapatkan dokumen kependudukan dengan mudah. Tentu manfaatnya penghematan tenaga, sarana dan efesiensi qnggaran masyarakat.(adv)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2