Kisah Kakek 62 Tahun di Baubau Berhasil Pulih dari Covid-19

129
Munsir Ali

BAUBAU, Rubriksultra.com– Kisah inspiratif ini datang dari kaki pulau Sulawesi, tepatnya di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kakek berusia 62 tahun berhasil pulih dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Laporan : Ady

Namanya Mansur Ali. Usianya memang tak muda lagi.

Namun semangat berjuang untuk sembuh dari Covid-19 begitu besar. Kakek dua cucu ini pun berhasil melewati masa penyembuhannya dengan sangat baik hingga akhirnya dinyatakan sembuh.

Mansur Ali bukanlah berasal dari keluarga berada. Sang kakek tinggal di rumah sederhana berukuran 4×4 meter.

Sang kakek memiliki dua orang putri yang masing-masing telah memiliki seorang anak. Namun keduanya telah pindah mengikuti sang suami.

Kepada awak Rubriksultra.com, kakek dua cucu ini menceritakan asbab hingga dirinya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Awalnya Ia bingung dengan gejala panas (demam) dan dingin menggigil dua hari berturut-turut.

Mansur Ali awalnya memeriksakan gejala yang dialaminya kepada dokter ahli dalam. Saat itu dirinya hanya diberi obat yang tidak ada kaitannya dengan Covid-19.

“Dari hasil pemeriksaan dokter, gejala yang saya alami berkaitan dengan liver dan lambung karena sempat dicek pada mesin USG, katanya ada pembengkakan dihati dan lambung, makanya dikasih obat tadi,” beber Ali Mansur di kediamannya, Senin 2 November 2020.

Sehari setelah mengkonsumsi obat tersebut, kondisinya tak kunjung membaik. Bahkan, asam lambung dirasa semakin naik sampai pada titik hilangnya nafsu makan.

Disitulah awal keluarga bersepakat untuk membawanya ke fasilitas kesehatan. Dari hasil rundingan, keluarga memutuskan untuk dibawa ke Siloam Hospital Buton pada 10 Oktober 2020 malam.

Seperti biasa, prosedur fasilitas kesehatan berlaku sama kepada semua pasien baru, yakni wajib dilakukan rapid test sebelum ke ruang pemeriksaan.

Baca Juga :  Pasien 06 di Baubau Sembuh

“Ternyata hasil rapid test reaktif. Petugas melakukan rontgen, dan dini hari saya dirujuk ke RSUD Baubau untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Di RSUD Baubau, kata dia, dilakukan skrining awal kemudian ditempatkan ke ruangan sambil menunggu hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) keluar sembari mendapat penangan medis. Sehari setelahnya, hasil tes keluar dan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saat itu perawat mengambil keputusan untuk memindahkan saya ke ruangan isolasi dimana hanya ada perawat berpakaian APD (Hazmat) lengkap saat bertugas. Disaat itu juga penyakit lambung yang saya alami berangsung membaik,” jelasnya.

Mansur Ali menjalani tiga hari di ruang isolasi RSUD Baubau. Saat menjalani perawatan intensif, Al-quran tak pernah lepas dari hari-harinya, ayat demi ayat dilantunkan untuk menguatkan diri.

Barulah, pada 19 Oktober 2020, salah satu perangkat masjid di lingkungannya ini dipindah ke rumah sehat setelah mendapat persetujuan dokter karena kondisi kesehatannya semakin membaik.

Situasi kembali berbeda saat berada di rumah sehat, pasien kebanyakan tidak lagi diinfus karena kondisi telah berangsur pulih.

Aktifitas yang dijalani pun beragam, seminggu dua kali berolah raga dengan petugas kesehatan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Setelah menjalani isolasi di rumah sehat dengan sejumlah perawatan medis, dokter akhirnya memutuskan kalau saya sudah bisa pulang ke rumah pada 30 Oktober 2020,” jelasnya.

Kakek yang telah lama ditinggal wafat istrinya inipun berpesan, meski di rumah, hari-hari yang dijalani selalu menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan ) agar keluarga terhindar dari Covid-19.

“Saya selalu ingatkan anak-anak kalau keluar rumah beraktifitas selalu terapkan 3M agar tidak tertular virus dan pulang tidak membawa virus karena untuk lalui hari-hari di rumah sakit sampai di rumah sehat itu tidak mudah,” pesannya.

Baca Juga :  Bantuan Mesin Panen untuk Petani di Baubau Mulai Difungsikan

Ditempat yang sama, anak sulungnya Rahman mengaku, bangga melihat orang tua mampu melalui penyembuhan dari virus yang telah mengglobal itu.

“Alhamdulillah, bapak bisa lalui hari harinya dengan tabah dan kuat sampai bisa pulih kembali. Kita juga akan tetap mengambil pelajaran dari kisah bapak tadi untuk pentingnya menjaga keluarga dari virus dan sebisa mungkin melawan Covid-19 dengan selalu menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. (adm)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry