KM Lambelu Rute Baubau di Omisi ke Makassar, Penumpang Sebelumnya bakal Diawasi Ketat

2363
KM Lambelu (FOTO INT)

BAUBAU, Rubriksultra.com – Menyikapi kesimpangsiuran informasi berkait KM. Lambelu yang dipersoalkan publik karena indikasi Virus Corona, khususnya publik Kota Baubau dan sekitarnya, akhirnya mendapat kejelasan dari pihak berwenang, yakni GM. Pelni Baubau dan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Murhum Baubau dalam rapat terbatas Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau Rabu malam ini (7/4) yang dipimpin Sekda Kota Baubau, Dr. Roni Muhtar, M.Pd.

“Telah dikoordinasikan pihak PELNI dan UPP Murhum Baubau, bahwa KM. Lambelu yang berlayar dengan rute Maumere-Larantuka-Baubau-Makassar di omisi menjadi Maumere-Makassar. Di Omisi artinya tidak menyinggahi pelabuhan Baubau,” kata Sekda Kota Baubau, Dr. Roni Muhtar, M.Pd, didampingi Pradigdo (Ka. UPP Baubau) dan Capt. Akhmad Sadikin (GM. PT. Pelni Baubau).

-Advertisement-

Dalam rilis yang diterima Rubriksultra.com melalui Dinas Kominfo Kota Baubau, dijelaskan bahwa omisi dilakukan pihak PT. PELNI menyikapi kondisi terakhir berkait KM Lambelu yang belakangan banyak dibicarakan publik di daerah ini terkait informasi Covid-19.

“KM Lambelu akan disterilkan dan dikarantina di Pelabuhan Makassar. Temponya menyesuaikan di sana. Semua ABK-nya akan diperiksa di sana,” tegas Capt. Akhmad Sadikin (GM. PT. Pelni Baubau).

Dr. Roni Muhtar kembali menjelaskan bahwa berkait penumpang KM. Lambelu asal Kota Baubau yang turun hari Senin, 6 April 2020 lalu, akan diperketat pemantauannya lagi.

“Karena tim gugus tugas telah memiliki data penumpang kapal tersebut, maka kami akan melakukan pemantauan lebih ketat lagi pada status mereka,” tandas dosen senior Universitas Halu Oleo Kendari ini.

Tak hanya itu, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini tak hanya bagi penumpang KM. Lambelu saja tetapi segenap warga di kota ini melalui kerja para surveillance dan dokter di masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Harga Stabil, Pasar Murah di Baubau Ditiadakan

“Intinya, upaya-upaya preventif akan terus dilakukan ke masyarakat hingga di tingkat RT/RW, agar penyebaran Covid ini dapat dicegah,” tutup Dr. Roni Muhtar. (**)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4