Komunitas Motor di Baubau Gaungkan Balase Jadi Wadah Daging Qurban

1172
Hewan qurban berupa sapi dari komunitas motor dan e-sport di Baubau akan disembelih pada 1 Agustus mendatang. (Foto Ady)

BAUBAU,Rubriksultra.com- Tujuh komunitas motor di Baubau seperti NRFC, SSFC, ICB, B2C, RVC, YMIC, dan BI bersama komunitas e-sport menggaungkan “Balase” sebagai wadah daging qurban. Balase yang terbuat dari daun aren ini diyakini sangat ramah lingkungan.

Inisiatif ini untuk mendukung kegiatan serentak yang bertajuk “Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Berbagi”. Kegiatan ini melibatkan 379 komunitas di 42 kota dan lebih dari 15 ribu anggota dari komunitas Bold Riders ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini.

-Advertisement-

Pembina Bold Riders Baubau, Jemmy Rondonuwu mengatakan, pihaknya berpartisipasi dalam giat itu dengan menggemakan produk ramah lingkungan asli Kota Baubau. Selain sebagai bentuk kepedulian cinta terhadap lingkungan, juga merupakan bentuk kepedulian dan kebanggaan akan produk lokal yang pantas untuk dilestarikan.

“Jadi uniknya kita dalam proses distribusi daging qurban hasil kolaborasi 8 komunitas tadi akan menggunakan balase sebagai pengganti plastik. Tujuannya untuk mengurangi sampah plastik. Balase kita beli dari pengrajin, sekaligus untuk menghidupkan perekonomian masyarakat,” ungkap Jemmy.

Daging qurban nanti, lanjutnya, akan didistribusikan kepada fakir miskin, panti asuhan, dan warga sekitar dengan cara touring sejauh kurang lebih 50 km.

“Pertama kita ke Panti Asuhan Al Ikhlas di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio. Lalu pembagian dilanjutkan ke fakir miskin seperti pemulung, tukang becak dan terakhir baru pembagian ke warga sekitar lokasi pemotongan. Jadi dalam kegiatan ini ada 3 unsur yaitu kurban, sedekah, dan hadiah,” tuturnya.

Dikatakan, dalam kegiatan yang diselenggarakan pada 1 Agustus 2020 nanti, komunitas binaan Bold Riders akan melakukan pemotongan mandiri di halaman rumah salah satu member di Jalan Cuk Nyak Dien, Kelurahan Batulo, Kecamatan Wolio.

“Proses pendistribusiannya pun dilakukan sendiri. Ini sekaligus menunjukkan jiwa sosial para member komunitas,” tutupnya. (adm)

Baca Juga :  Budaya Buton Kunci Tekan Kerawanan Sosial di Baubau

Penulis : Ady

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry