Menteri Perdagangan Sidak Kesiapan Bahan Pokok di Sultra

31

KENDARI, Rubriksultra.com – Menjelang Hari Lebaran Tahun 2018 Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita terus mengintensifkan pemantauan harga bahan pokok ke sejumlah pasar di Indonesia. Salah satunya di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Selasa 12 Juni 2012, Mendag RI dan jajaran Kemendag turun melakukan sidak ke pasar tradisional di Kendari. Titik sidak bahan pokok dipusatkan dua pasar tradisional yakni Pasar Basah Mandonga dan Pasar Sentral Kendari

Berdasarkan hasil pantauan, Mendag menegaskan harga dan pasokan bahan pokok terkendali hingga Lebaran 2018.

“Pada H-3 Lebaran, secara keseluruhan harga stabil dan terkendali. Tidak hanya pada Lebaran tahun ini saja, kami berkomitmen menjaga stabilitas harga hingga tahun depan sesuai amanat Presiden Joko Widodo,” ungkap Mendag melalui rilis resmi pada Iilahsulltra.com, Selasa 12 Juni 2018.

Dari hasil pantauan, tercatat beras medium Bulog dijual dengan kisaran harga Rp8.950/kg–Rp10.000.

“Untuk beras, kami menyediakan beras dari Bulog. Saya juga minta Bulog untuk dapat menyalurkan beras secara merata dan menjual beras medium dengan kualitas yang bagus. Seluruh masyarakat yang membutuhkan beras Bulog akan kami siapkan. Jadi tidak usah khawatir, stok kami cukup,” ujarnya.

Sementara itu, gula pasir dijual dengan harga yang bervariasi yaitu mulai dari
Rp11.500-Rp13.000/kg.

“Sebenarnya harga eceran tertinggi (HET) gula kami tetapkan sebesar Rp12.500. Tetapi harga gula sebesar Rp13.000 tidak bisa dijadikan patokan karena masih terdapat barang yang sama dengan harga di bawah HET. Terutama kalau di pasar rakyat, dimana masyarakat masih melakukan praktik tawar-menawar,” kata Mendag.

Sedangkan untuk minyak goreng, Mendag juga mengimbau agar minyak goreng kemasan sederhana segera tersedia di pasar.

Lebih lanjut, komoditi daging sapi dijual dengan harga Rp120.000/kg dan terpantau stabil dengan jumlah stok yang memadai. Daging ayam dijual dengan harga Rp32.000-Rp33.000/kg atau berada di bawah harga khusus, sesuai Permendag Nomor 62 Tahun 2018 yaitu sebesar Rp34.000/kg.

Baca Juga :  Mastri Susilo Terpilih Jadi Kepala Perwakilan Ombudsman Sultra

“Secara rata-rata ada kenaikan harga ayam. Namun, di Kendari dan di beberapa daerah lainnya harga sudah mulai turun. Saya juga sudah meminta agar seluruh daerah melakukan operasi pasar. Selain itu, saya juga meminta seluruh integrator peternak mandiri untuk mengeluarkan stok ayam dan telur,” ujar Enggartiasto.

Sebagai informasi , Mendag RI itu telah melakukan pantauan bahan pokok di sejumlah daerah lain di Indonesia diantaranya Palangkaraya dan Palu. Setelah Kendari, Mendag dijadwalkan meninjau pasar di Makassar. (adm)

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Inilahsultra

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry