Sukseskan Pemilu, Bawaslu Busel Gandeng Pers Edukasi Masyarakat

30
Pose bersama Komisioner Bawaslu Busel dan insan pers saat media gathering dengan tema "Peran Media Dalam Melawan Berita Hoax, Ujaran Kebencian dan Isu Sara", di gedung Al-Safitri, Rabu 20 Juli 2022. (Foto Istimewa)

BATAUGA, Rubriksultra.com- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buton Selatan (Busel) mulai mengambil langkah dalam upaya menyukseskan Pemilu 2024 mendatang. Salah satunya menggandeng insan pers untuk bersama memberikan edukasi kepada masyarakat.

Persamaan persepsi antara Bawaslu dan insan pers tersebut dikemas dalam media gathering dengan tema “Peran Media Dalam Melawan Berita Hoax, Ujaran Kebencian dan Isu Sara”, di gedung Al-Safitri, Rabu 20 Juli 2022.

Ketua Bawaslu Busel, Mahyudin mengatakan, sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu perlu menumbuh kembangkan kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi.

Menurutnya, memperoleh informasi adalah hak semua orang. Olehnya itu masyarakat perlu diberikan informasi terkait kelembagaan.

“Hal itu juga merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga terhadap publik. Untuk itu, Baswalu ada Humas. Kami sangat berharap media dapat memberikan informasi yang baik dan memberi wawasan edukasi dalam penyajian berita,” katanya.

Kata dia, dalam menjalankan tugas, pers dapat berafiliasi dengan berbagai kalangan, tidak terkecuali para kandidat dan parpol. Olehnya itu, pers diharapkan tetap dapat menjaga independensi.

Komisioner Bawaslu, Rosni menambahkan, dalam melaksanakan pengawasan Pemilu dan Pilkada tentu saja ada kerawanan-kerawanan yang harus dicegah Bawaslu. Kerawanan tersebut antara lain isu berita bohong (hoax), kampanye hitam, politik isu sara, adanya ujaran kebencian, dan lain sebagainya.

Atas hal itu, Bawaslu harus membuat strategi pencegahan dalam melakukan pengawasan. Strategi pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan secara bersama-sama mengajak semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi dalam melakukan perlawanan atau pencegahan terhadap hoax, kampanye hitam dan politik isu sara pada Pemilu dan Pilkada yang akan datang.

Senada, Komisioner Bawaslu Hastun mengatakan, untuk menciptakan pemilu yang baik dan bersih, tidak hanya menjadi tugas satu lembaga saja, dalam hal ini Bawaslu. Namun diperlukan pengawasan partisipasi dari berbagai kalangan, salah satunya insan pers.

Baca Juga :  Arusani Turut Menyambut Kunjungan Mensos di Mimika

“Saya percaya media punya kemampuan intelijen dalam mengungkap informasi yang terselubung,” katanya.

Ketua PWI Baubau, La Ode Aswarlin memaparkan betapa dahsyatnya dampak dari pemberitaan yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab, terutama oleh media partisan.

“Bukan hanya mengobrak-abrik rasa keadilan publik, tapi lebih dari itu, akan mengacaukan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.(Adm)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry