TNI Makin Dekat dengan Rakyat

44
Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD, Mayor Jenderal TNI, Dr Marga Taufiq dan Bupati Buton, La Bakry berpose bersama ibu-ibu di Kecamatan Lasalimu Selatan. (Foto Ady)

PASARWAJO, Rubriksultra.com- TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 yang dilaksanakan Kodim 1413 Buton tak hanya berupa pekerjaan fisik atau penyuluhan. TMMD juga menjadi ajang mempererat persaudaraan dan kedekatan antara TNI dan warga, khususnya di tiga desa di Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, sebagai lokasi program.

Dan SSK TMMD ke-110 Kodim 1413 Buton, Letda Ridwan mengatakan, selama melangsungkan program, TNI bermukim di 20 rumah warga. Masing-masing 10 rumah di Desa Mulia Jaya dan 10 lagi di Desa Sangia Arano.

- Advertisement -
 

Selama kegiatan, prajurit dituntut memberikan pembinaan kepada warga. Tujuannya untuk membina kemandirian warga serta memacu etos kerja yang tinggi.

Hal ini juga ditegaskan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka beberapa waktu lalu. Prajurit yang berada di rumah-rumah warga binaan agar membangun kedekatan yang baik.

“Alhamdulillah respon masyarakat baik, bahkan kedekatan itu tercipta simbiosis mutualisme,” katanya.

Kepala Desa Mulia Jaya, La Ode Halim mengatakan, masyarakat mendapatkan banyak pengalaman hidup selama kegiatan TMMD, apalagi sejumlah TNI yang tinggal di rumah warga. Hal itu sangat berdampak baik bagi psikologi masyarakat.

“Lihat saja respon masyarakat pada semua kegiatan TMMD. Semangat gotong-royong masyarakat tak terbendung dalam menyukseskan kegiatan,” ujarnya.

Dikatakan, keluarga binaan di wilayahnya berjumlah 10 rumah. Tiap rumah ditempati lima anggota TNI.

La Ode Halim mengaku keberadaan TNI di rumah warga tidak memberatkan. Sebab biaya hidup sehari-hari telah dibiayai TNI.

“Respon masyarakat dan tentara dalam membangun kedekatan sangat baik. Hal itu tercermin dengan kegiatan pembangunan saat ini, bahkan ibu-ibu antusiasnya tinggi sekali dalam membantu. Mereka membuat kelompok dan membagi tugas untuk membantu pekerjaan fisik ataupun memasak,” tandasnya.

Baca Juga :  Tahun Ini, Jatah Calon Haji di Buton Hanya 12 Orang

Kepala Desa Sangia Arano, Arman Kandu mengungkapkan rumah di wilayahnya yang digunakan tentara untuk pembinaan berjumlah 10 rumah. Jumlah tentara yang tinggal bervariasi.

“Ada satu rumah ditempati satu TNI, ada tiga bahkan ada pula empat. Artinya kita kondisikan juga dengan kapasitas rumah yang ditempati dan respon masyarakat, Alhamdulillah mereka mengaku senang dengan hadirnya TNI,” pungkasnya. (adm)

Laporan : Ady

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry