BAUBAU, RUBRIKSULTRA.COM – Bandar Udara Betoambari Kota Baubau terus berupaya meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat pengguna jasa penerbangan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi antara pihak bandara dengan Pemerintah Kota Baubau serta pemerintah daerah di wilayah Kepulauan Buton dan Wakatobi.
Kepala Bandara Betoambari, Anas La Bakara, S.T., mengatakan peningkatan pelayanan tidak hanya menyangkut kenyamanan pengguna jasa, tetapi juga aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
Menurutnya, sinergi antara Bandara Betoambari dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan konektivitas udara di wilayah tersebut.
"Bandara terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat pengguna jasa. Ini tentunya tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dengan Pemerintah Kota Baubau maupun pemerintah daerah di sekitar, seperti Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Buton Tengah dan Wakatobi," ujar Anas.
Ia menjelaskan, salah satu langkah konkret yang dilakukan bersama pemerintah daerah adalah menghadirkan kembali layanan penerbangan Super Air Jet di Bandara Betoambari.
Rencananya, Super Air Jet akan kembali beroperasi mulai September 2026 dengan rute sementara Baubau–Makassar. Penerbangan tersebut direncanakan melayani masyarakat setiap hari dengan harga tiket yang diproyeksikan sekitar Rp800 ribu.
Anas menilai kehadiran maskapai tersebut akan memberikan pilihan baru bagi masyarakat sekaligus membantu menekan biaya perjalanan udara.
"Ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kota Baubau bersama daerah-daerah sekitar untuk menghadirkan pilihan penerbangan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Saat ini harga tiket Wings Air dengan pesawat ATR 72 bisa mencapai sekitar Rp1,9 juta. Dengan hadirnya Super Air Jet, kita berharap masyarakat mendapatkan alternatif dengan harga yang lebih terjangkau," jelasnya.
Selain peningkatan konektivitas dan pelayanan, Anas menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama Bandara Betoambari.
Hal tersebut sejalan dengan Instruksi Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 2026, yang mengamanatkan peningkatan serta evaluasi kembali terhadap aspek keamanan penerbangan.
"Untuk keamanan penerbangan, sesuai dengan Instruksi Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 2026, seluruh aspek keamanan terus kita tingkatkan dan evaluasi kembali. Bentuk nyatanya, kami dari Bandara Betoambari melakukan sosialisasi kepada pengguna jasa agar mereka juga memahami pentingnya keselamatan dan keamanan penerbangan," katanya.
Dari sisi infrastruktur, Anas memastikan Bandara Betoambari memiliki landasan pacu yang telah memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. Landasan pacu bandara saat ini memiliki panjang sekitar 2.000 meter, sementara fasilitas apron juga telah disiapkan untuk mendukung operasional penerbangan.
"Untuk runway sudah mencukupi standar minimal 2.000 meter. Infrastruktur yang ada terus kita pastikan dapat mendukung pelayanan penerbangan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan," pungkasnya.(anto)






