BATAUGA, Rubriksultra.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau menggandeng Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan (Busel) untuk memperkuat keselamatan transportasi perairan di wilayah Buton Selatan.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi keselamatan pelayaran yang dirangkaikan dengan pengukuran Gerai Pas Kecil bagi masyarakat, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus meminimalisir potensi kecelakaan laut yang melibatkan angkutan penumpang maupun kapal nelayan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan, LM Ilmayang, mengatakan kegiatan tersebut sebelumnya diawali dengan pertemuan internal bersama pihak KSOP untuk membahas penanganan dan peningkatan keselamatan transportasi perairan.
"Hal ini mengacu kepada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008, kemudian Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 1999 tentang Angkutan Perairan, serta Undang-Undang Nomor 74 Tahun 2021 tentang Pemberdayaan Angkutan Laut," ujar LM Ilmayang.
Menurutnya, berdasarkan regulasi tersebut, Dishub Buton Selatan berinisiatif membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan dalam meningkatkan keselamatan transportasi laut.
Upaya itu, kata dia, tidak hanya menyasar kapal angkutan penumpang, tetapi juga kapal-kapal nelayan yang setiap hari beroperasi di wilayah perairan Buton Selatan.
"Kita berinisiatif untuk bekerja bersama dalam rangka menyiapkan seluruh fasilitas yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan keselamatan angkutan, baik itu angkutan penumpang maupun kapal-kapal nelayan," katanya.
LM Ilmayang menegaskan, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kecelakaan di laut dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga diperlukan langkah antisipasi yang melibatkan seluruh pihak.
"Kita harus berusaha mengantisipasi bersama, karena ini bentuk tanggung jawab kita secara keseluruhan, baik Dinas Perhubungan, KSOP, maupun masyarakat pemilik jasa angkutan maupun pengguna jasa angkutan," jelasnya.
Ia menambahkan, sosialisasi keselamatan pelayaran akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna membangun kesadaran masyarakat bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas transportasi laut.
"Insya Allah kita akan lakukan terus-menerus, sehingga membangkitkan semangat kesadaran masyarakat bahwa yang namanya keutamaan keselamatan itu sangat penting," ujarnya.
Selain sosialisasi, Dishub Buton Selatan juga akan memperhatikan aspek kelayakan kapal, termasuk pemenuhan standar keselamatan dan kelengkapan dokumen kapal.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan kapal yang beroperasi benar-benar layak sekaligus mempermudah proses penanganan apabila terjadi kecelakaan di laut.
"Kami akan lakukan terkait dengan peningkatan kualitas kapal-kapalnya, memenuhi standar atau tidak. Kemudian kelayakan dokumennya dan lain sebagainya, karena itu juga nanti bisa membantu kita dalam proses penanganan ketika terjadi kecelakaan di laut," pungkasnya.
KSOP Ingatkan Nelayan dan Operator Speed Boat
Plt Kepala Kantor KSOP Kelas II Baubau, Saaduddin, S.T., M.T., mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat Buton Selatan mengenai pentingnya keselamatan dalam aktivitas pelayaran.
Menurutnya, kondisi geografis Buton Selatan sebagai wilayah kepulauan membuat sebagian besar masyarakat memiliki aktivitas yang berkaitan langsung dengan laut dalam kehidupan sehari-hari.
"Jadi, sosialisasi ini kita laksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Buton Selatan yang dalam hal ini bentuknya kepulauan. Dalam kehidupan sehari-hari mereka banyak berkegiatan di laut," ujar Saaduddin.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keselamatan pelayaran sehingga angka kecelakaan kapal di wilayah perairan Buton Selatan dapat diminimalisir.
Saaduddin secara khusus mengingatkan nelayan dan operator speed boat agar melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kapal sebelum berlayar. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik kapal, mesin, hingga ketersediaan alat keselamatan.
Operator juga diminta memastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas angkut kapal serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran.
"Speed boat jadi perhatian. Jangan memaksakan untuk berlayar apabila memang kondisi cuaca tidak memungkinkan," tegasnya.
Saaduddin mengungkapkan, kecelakaan yang terjadi di wilayah perairan Buton Selatan umumnya lebih sering melibatkan kapal jenis speed boat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan KSOP Kelas II Baubau memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat, khususnya nelayan dan operator speed boat.
"Yang biasanya sering terjadi itu kapal-kapal speed. Makanya kita hadir di sini untuk memastikan bahwa mereka paham dan melaksanakan, melengkapi alat-alat keselamatannya serta memperhatikan kondisi kapalnya dalam pengoperasian sehari-hari," jelasnya.
KSOP Siapkan 200 Life Jacket
Sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan masyarakat, KSOP Kelas II Baubau juga menyiapkan sebanyak 200 life jacket untuk dibagikan kepada peserta kegiatan.
Saaduddin mengatakan penyediaan alat keselamatan tersebut merupakan bentuk perhatian Kementerian Perhubungan melalui KSOP Kelas II Baubau terhadap keselamatan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.
"Ini kita siapkan 200 life jacket sebagai bentuk perhatian Kementerian Perhubungan, dalam hal ini KSOP Kelas II Baubau, tentang pentingnya keselamatan pelayaran," katanya.
Untuk sementara, setiap kapal mendapatkan satu life jacket. Pembagian disesuaikan dengan jumlah peserta dan ketersediaan alat keselamatan yang telah disiapkan KSOP.
"Untuk sementara kita kasih satu per kapal karena melihat jumlah peserta, kita menyesuaikan dengan jumlah life jacket yang kami siapkan," pungkasnya. (Anto)






